Purbaya Sebut Proyek 'Sampah Jadi Listrik' Tak Cuma Dibiayai Danantara, Tapi Juga APBN
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal pembiayaan proyek waste to energy atau mengubah sampah menjadi tenaga listrik.
Pemerintah berencana menggarap proyek waste to energy itu di 34 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.
Purbaya mengatakan, sebagian proyek tersebut akan dibiayai oleh BPI Danantara. Selain itu, ada beberapa proyek lainnya yang nanti dibiayai APBN.
"Oh saya nggak tau, yang sebaiknya dikerjakan oleh Danantara kan? Kalau yang ke Danantaa, saya nggak tau. Nanti akhirnya ada yang sebagian dibayar oleh APBN," ucap Purbaya kepada wartawan, Selasa, 3 Februari 2026.
Purbaya menyebut, proyek yang dibayarkan pemerintah pusat termasuk biaya kebersihan tata kota.
"Kalau yang saya tau kayak di Surabaya, itu Rp60 miliar, pembentang pusat bayar. Tapi itu sekalian biaya kebersihan. Jadi kita harus ngeluarin uang untuk menjaga kebersihan lingkungan kota-kota kita, termasuk nanti di Bali," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan persoalan sampah menjadi isu krusial yang mengancam keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dia menyinggung kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) di hampir seluruh daerah yang berada di ambang kolaps.
Demikian disampaikan Prabowo saat menyampaikan taklimat dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Presiden RI Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat-Daerah
“Masalah bangsa ini sekarang adalah juga yang sangat krusial adalah masalah sampah,” ucap Prabowo.
Prabowo menjelaskan, berdasarkan proyeksi pemerintah, hampir seluruh TPA di Indonesia diperkirakan akan mengalami kelebihan kapasitas pada 2028, bahkan di sejumlah daerah bisa terjadi lebih cepat jika tidak ada terobosan serius.
“Sampah ini menjadi masalah. Diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami over capacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” tutur dia.
Untuk menjawab ancaman tersebut, Prabowo menyiapkan 34 proyek pengolahan sampah berbasis energi atau waste to energy pada tahun ini.
Dia meminta agar proses groundbreaking segera dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.
“Untuk itu tahun ini kita akan buka 34 proyek pembangunan waste to energy di 34 kota. Ini saya minta groundbreaking berapa bulan ini dilaksanakan, ini kita perkirakan dua tahun lagi sudah berfungsi,” ucap Prabowo.
Menurutnya, proyek tersebut membutuhkan investasi yang sangat besar, dengan nilai total hampir mencapai US$3,5 miliar. Meski demikian, ia menilai investasi itu sepadan dengan dampak jangka panjang bagi kepentingan rakyat.
“Ini investasi cukup besar totalnya itu hampir US$3,5 miliar untuk 34 titik itu,” kata dia.