Rapor Merah Kemacetan Jakarta 2025

Kemacetan di Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman.
Kemacetan di Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman.

 Memasuki tahun 2026, para komuter di Jakarta harus lebih cerdik mengatur jadwal perjalanan menyusul rilis data statistik lalu lintas terbaru TomTom Index yang menunjukkan tren kian mengkhawatirkan. Rata-rata tingkat kemacetan di ibu kota kini telah mencapai 59,8%, sebuah kenaikan sebesar 1,1 poin persentase yang membuat setiap menit di jalan terasa kian berharga.

Belajar dari pola perjalanan setahun terakhir, hari Rabu tetap memegang predikat sebagai hari paling "horor" bagi para pengemudi di Jakarta. Dilihat VIVA Otomotif Minggu 1 Februari 2026, puncak kemacetan ekstrem tercatat pernah menembus angka 203% pada jam 6 sore, sebuah peringatan bagi kita di tahun 2026 untuk sebisa mungkin menghindari jam pulang kantor di tengah pekan.

Kecepatan rata-rata kendaraan saat jam sibuk kini merosot ke angka 17,8 km/jam, atau melambat 1 km/jam dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini berdampak langsung pada efisiensi waktu, di mana perjalanan singkat sejauh 10 km kini secara rata-rata memakan waktu 26 menit 19 detik.

Bagi Anda yang mengandalkan jalur bebas hambatan, kecepatan rata-rata di jalan tol juga mengalami perlambatan menjadi 41,8 km/jam. Data ini menjadi alarm bahwa jalur highway bukan lagi jaminan bebas hambatan, terutama saat volume kendaraan meningkat di awal dan akhir bulan.

Secara spesifik, pukul 18:00 WIB di hari Rabu dan Kamis adalah waktu di mana Jakarta benar-benar berada di titik jenuh dengan level kemacetan masing-masing mencapai 129% dan 124%. Pada jam tersebut, kecepatan kendaraan turun drastis hingga hanya menyentuh angka 15 km/jam, memaksa mesin bekerja lebih keras di tengah cuaca panas.

Namun, di tengah kepadatan tersebut, masih terdapat celah waktu bagi Anda yang menginginkan kelancaran di aspal Jakarta. Perjalanan sebelum pukul 06:00 pagi atau setelah pukul 21:00 malam menawarkan tingkat kemacetan di bawah 25% dengan kecepatan kendaraan yang masih bisa dipacu hingga 35-40 km/jam.

Melihat grafik bulanan, bulan Februari dan Desember menjadi tantangan terberat dengan indeks kemacetan yang konsisten tinggi di angka 67% hingga 68%. Sebaliknya, bulan April tercatat sebagai waktu dengan lalu lintas paling "bersahabat", yang bisa Anda manfaatkan untuk mobilitas tinggi di dalam kota.