Puji Hansi Flick, Anthony Gordon Sebut Gaya Bermainnya Mirip Raphinha
Juara Liga Spanyol (LaLiga) 2025-2026, Barcelona, mengumumkan kedatangan Anthony Gordon sebagai amunisi anyar mereka sebelum bursa transfer musim panas resmi digulirkan.
Kesepakatan bernilai masif dengan pihak Newcastle United akhirnya membuat Anthony Gordon menjadi rekrutan perdana bagi skuad Barcelona.
Manuver strategis ini sekaligus mengakhiri berbagai rumor dan memupus ambisi dua tim elite Eropa lainnya, yakni Liverpool serta Bayern Munich, yang sebelumnya juga dilaporkan sangat bernafsu untuk mendapatkan tanda tangannya.
Sebelum membulatkan tekad untuk merantau demi mencicipi atmosfer sepak bola Spanyol, winger asal Inggris ini telah menyelesaikan musim ketiganya berseragam The Magpies.
Ia awalnya didatangkan dari Everton pada 2023 silam dengan mahar sekitar 45,6 juta euro atau seara Rp 947,4 miliar.
Selama tiga tahun merumput di tanah Britania, ia sukses mencatatkan 152 penampilan dengan kontribusi nyata berupa 39 gol dan 28 assist.
Musim ini menjadi panggung pembuktian kualitasnya setelah ia berhasil menorehkan 17 gol dan 5 assist dari total 46 laga di berbagai ajang kompetisi.
Kehebatannya semakin terlihat nyata mengingat 10 dari belasan gol tersebut sukses ia sarangkan hanya dalam 12 penampilan di kasta elite Liga Champions.
Oleh sebab itu, tak mengejutkan apabila biaya kepindahannya ke Catalan kini diprediksi menyentuh angka 80 juta euro, belum termasuk tambahan skema bonus variabel.
Proses negosiasi dan kepindahannya sendiri diwarnai dengan agenda yang cukup padat.
Setelah mendarat pada hari Kamis untuk menjalani tes medis, ia menyempatkan diri makan malam bersama sang agen, Direktur Olahraga Deco, dan Joao Amaral selaku Kepala Pemandu Bakat.
Peresmian kontrak yang berdurasi hingga 2031 akhirnya selesai digarap pada hari Jumat, meski sempat mengalami penundaan selama sembilan jam akibat adanya kendala birokrasi administratif.
Ambisi Eropa dan Kemiripan Karakter
Penyerang Newcastle United, Anthony Gordon, beraksi pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara FC Barcelona dan Newcastle United di stadion Camp Nou di Barcelona, ??pada 18 Maret 2026.
Dalam sesi perkenalan resminya di hadapan awak media, sang penyerang tak sungkan membeberkan ambisi besarnya di panggung Eropa.
Ia mengaku sangat terhormat bisa bergabung dengan salah satu tim terbaik di dunia.
“Saya ingin memenangkan setiap trofi, tetapi Liga Champions itu istimewa," terang Anthony Gordon.
"Memenangkan yang keenam akan sangat istimewa. Jika itu terjadi di musim eerste, itu akan luar biasa."
“Bermain untuk Barca adalah hal terhebat, terhebat di planet ini. Ini datang with banyak tanggung jawab, tetapi saya siap," lanjutnya.
"Para pemain yang pernah mengenakan seragam ini memikul beban yang sangat berat. Anda tidak bergabung dengan klub seperti ini setiap hari.”
“Ketika saya mengetahui bahwa ini adalah pilihan yang serius, saya tidak ragu-ragu. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan untuk berada di tim terbaik di dunia.”
Dalam jumpa pers tersebut, ia juga menarik simpati karena menjawab beberapa pertanyaan wartawan menggunakan bahasa Spanyol yang telah ia pelajari sejak lama.
“Saya ingin berbicara bahasa Spanyol karena saya pikir saya akan bermain untuk Barcelona sejak saya berusia tiga tahun, percaya atau tidak," katanya melanjutkan.
"Selain itu, di Newcastle saya memiliki seorang fisioterapis yang kami ajak bicara setiap hari. Itu sebabnya.”
Saat ditanya mengenai karakteristik permainannya jika dibandingkan dengan pemain depan yang ada di skuad saat ini, ia merasa memiliki kesamaan gaya dengan Raphinha.
“Jika saya harus memilih gaya bermain, saya akan memilih gaya Raphinha, karena intensitas, kecepatan, dan tekniknya," tegas Gordon.
"Saya ingin membantu tim dengan gol dan assist, karena itulah yang memenangkan pertandingan.”
Pujian untuk Skuad Muda dan Pelatih Baru
Ia turut memuji kualitas talenta muda di tim barunya dan mengingat kembali duel sengit yang pernah terjadi di kompetisi sebelumnya.
“Bermain bersama Lamine dan yang lainnya sangat menyenangkan. They pemain top, yang terbaik di dunia," jelas pemain berusia 25 tahun itu.
"Saya melihatnya saat kami bermain melawan mereka. Suasana di St. James' Park sangat intens, tetapi Frenkie dan Pedri merusak rencana kami.”
Tidak ketinggalan, ia juga melontarkan apresiasi tinggi untuk pelatih barunya, Hansi Flick, usai keduanya sempat melakukan pembicaraan singkat.
“Dia tampak seperti orang yang sangat baik dan pelatih hebat, manajer yang luar biasa. Apa yang telah dia lakukan di Barca dalam waktu yang singkat sungguh luar biasa."
"Saya harap kita bisa memenangkan banyak gelar bersama,” tutup pemain kelahiran Liverpool pada 24 Februari 2001 itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang