Membelah Kemacetan Jakarta Bareng Changan Lumin

 Persaingan mobil listrik berdimensi mungil semakin ramai di Indonesia. Setelah Wuling Air EV dan Seres E1, kedatangan VinFast VF3 juga memberi warna di pasar otomotif Tanah Air.

Changan Lumin hadir di penghujung 2025 menambah panjang lini mobil listrik mini di dalam negeri.

Sehingga konsumen lebih leluasa dalam menentukan pilihan mobil listrik sesuai kebutuhan.

Lumin datang dengan daya tarik tersendiri melalui tampilannya yang unik. Terutama pada fascia kendaraan dirancang menyerupai mata panda dan senyum lebar.

Lumin

Rancang bangun bagian belakang juga tidak kalah menarik. Lampu bulat berikut fungsi rem, sein hingga mundur menjadi satu.

Sebagai mobil perkotaan, Changan Lumin cukup menarik perhatian siapapun yang melihat.

Terlebih mobil dikelir dengan warna-warna pastel dan menggoda selera.

KatadataOTO berkesempatan untuk mencoba unit seharian penuh membelah kemacetan kota Jakarta.

Daya tarik Changan Lumin lain adalah harga jual terjangkau. Micro BEV (Battery Electric Vehicle) ini dipasarkan Rp 178 jutaan pada awal kemunculan.

Namun seiring masa insentif pemerintah habis, banderolnya terkerek menjadi Rp 199 juta. Pihak Changan Indonesia memberikan masa promo selama Januari 2026 dengan membanderol Lumin Rp 183 juta.

Diniagakan di bawah Rp 200 jutaan, Changan Lumin cukup menarik untuk dimiliki masyarakat.

Impresi Berkendara Changan Lumin

Salah satu keuntungan mengendarai mobil berdimensi mungil adalah kelincahan. Terutama saat digunakan di jalan perkotaan.

Berada di kursi pengemudi, Changan Lumin menyediakan ruang cukup lapang. Baik legroom maupun headroom masih tersedia cukup lega bagi orang dengan postur cukup besar sekalipun.

Lumin

Memiliki tinggi badan 169 cm, berada di dalam kabin baris pertama kami tidak merasa sempit.

Tidak adanya sekat antara pengemudi dan penumpang depan menambah kenyamanan selama perjalanan.

Untuk bisa menguasai mobil setrum satu ini membutuhkan adaptasi cukup serius. Karena beberapa lokasi tombol fitur kendaraan tidak lazim.

Seperti untuk menyalakan AC (Air Conditioner) saja tidak bisa hanya menyentuh satu kali pencet saja.

Posisi tuas sein sendiri berada di sebelah kiri bak mobil Eropa. Berbeda dengan Wuling Air EV yang sudah mendapat penyesuaian untuk pasar Indonesia.

Lumin

Fitur konektivitas juga cukup menyulitkan, karena harus mengunduh aplikasi yang berbeda secara umum.

Lumin juga tidak menyediakan pengaturan sudut kemudi dan ketinggian jok. Walhasil cukup sulit mendapatkan posisi berkendara ideal.

Lalu ruang penyimpanan Lumin juga terbilang terbatas. Sehingga jok baris kedua menjadi tempat menaruh barang sementara.

Changan Lumin diklaim mampu mengangkut empat orang dewasa. Meskipun dalam kenyataannya agak sesak jika dihuni lebih dari dua orang.

Beruntung pengendalian kendaraan cukup mudah dan simpel. Membuat perjalanan kali ini terasa menyenangkan.

Dipasarkan sebagai mobil listrik, Changan Lumin memiliki performa yang tidak terlalu spesial. Mirip dengan kompetitor sekelas, urusan sumber daya bukanlah sebuah keunggulan.

Pedal gas sendiri tidak menghentak ketika diinjak secara mendadak sekalipun. Terdapat jeda untuk kendaraan bereaksi.

Sekadar informasi Changan Lumin diklaim hanya bisa menghasilkan daya puncak sebesar 46 hp.

Lumin

Tersedia dua mode berkendara yakni Eco dan Sport. Perbedaan masing-masing mode tidak terlalu berbeda secara signifikan.

Total kami berkendara dengan Changan Lumin menempuh jarak sekitar 60 kilometer dengan waktu hampir 10 jam.

Kesimpulan

Sebagai mobil listrik mungil Changan Lumin akan terasa menyenangkan jika dipakai menempuh jarak-jarak dekat.

Jarak tempuh kendaraan mencapai 301 km NEDC (New European Driving Cycle), akan membuat pemilik harus melakukan pengisan ulang lebih intens.

Meskipun dalam sesi pengetesan kami, daya baterai masih tersisa cukup banyak di akhir perjalanan.

Adapun untuk melakukan pengisian daya, Changan Lumin sudah bisa menggunakan fitur DC Fast Charging.

Melakukan recharge baterai dari kondisi 30 persen ke 80 persen, diyakini hanya membutuhkan waktu 35 menit.

Lumin

Untuk pengendara pemula, Changan Lumin tidak tersedia fitur auto hold. Sehingga ketika di tanjakan, pengendara harus memanfaatkan rem parkir yang masih berbentuk tuas panjang.

Walaupun untuk stop and go terdapat fitur Hill Hold Control (HHC) dan menahan mobil selama 3 detikan, akan terasa lebih aman jika menggunakan rem parkir.

Kenikmatan berkendara akan terbantu headunit berukuran 10.25 inci. Hanya saja butuh effort lebih guna mensinkronkan kendaraan dengan smartphone.