Gunung Dukono di Malut Erupsi, Kolom Abu Capai 1.100 Meter

Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut), kembali mengalami erupsi pada Kamis (9/4/2026) pagi.
Letusan tersebut memuntahkan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai sekitar 1.100 meter di atas puncak.
"Erupsi tadi sekitar pukul 08:05 WIT dengan tinggi kolom abu teramati hingga 1.100 meter di atas puncak," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Bambang Sugiono, dalam keterangan tertulis yang diterima di Ternate, Kamis (9/4/2026), dilansir dari Antara.
Kolom Abu Tebal Mengarah ke Timur
Dalam laporan pengamatan, kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan condong ke arah timur.
Aktivitas erupsi tersebut juga terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 35,82 detik.
Pemantauan dilakukan dari Pos PGA Dukono yang berada di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
Aktivitas Menurun, Tapi Frekuensi Letusan Masih Tinggi
Meski secara umum aktivitas Gunung Dukono menunjukkan kecenderungan menurun, frekuensi letusan masih relatif tinggi.
"Misalnya pada periode Rabu (8/4), Gunung Dukono masih tercatat terjadi 61 kali letusan," ungkapnya.
Gunung dengan ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut itu saat ini masih berstatus Level II atau Waspada.
Imbauan untuk Warga dan Wisatawan
Pihak PGA mengingatkan masyarakat di sekitar gunung serta wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di area berbahaya. Warga dilarang mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer dari puncak.
"Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap," pungkasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menyiapkan masker guna mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Dengan kondisi aktivitas yang masih fluktuatif, warga diimbau tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas setempat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang