Ulah Ari, Warga Semarang yang Tutup Jalan Umum dan Ogah Bayar Iuran, Apa Alasannya?

Semarang, jalan ditutup, Tembalang, warga semarang tutup jalan, Ari tutup jalan, Ulah Ari, Warga Semarang yang Tutup Jalan Umum dan Ogah Bayar Iuran, Apa Alasannya?, Keluarga Ari Dikenal Tertutup, Ari Klaim Tutup Jalan untuk Bangun Rumah, Ketua RW Sebut Ari Sudah Tutup Jalan Bertahun-tahun, Warga Merasa Dirugikan karena Jalan Ditutup Ari, Satpol PP Akan Tertibkan Ari Lagi

Permasalahan akses jalan umum di Jalan Sinar Mas VII RT 12 RW 1, Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, kembali memanas setelah seorang warga bernama Ari diduga menutup jalan yang biasa digunakan masyarakat.

Penutupan ini memicu protes warga karena jalur tersebut merupakan akses umum yang penting bagi kegiatan warga sekitar.

Selain menutup jalan, Ari juga disebut enggan membayar iuran lingkungan dan jarang berpartisipasi dalam kegiatan sosial warga.

“Iuran bulanan tak pernah, kumpul juga tak pernah,” kata Ketua RW 1 Kelurahan Kedungmundu, Heru Dianto, Kamis (9/10/2025).

Keluarga Ari Dikenal Tertutup

Heru menyebut, Ari dan keluarganya jarang bersosialisasi dengan warga sekitar meski telah lama tinggal di lingkungan tersebut.

“Yang di Akpol istrinya. PNS Akpol bagian kesehatan,” ujarnya.

Diketahui, Ari bekerja sebagai pengepul sampah dan terlibat dalam pengelolaan sampah di kawasan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.

“Yang menangani sampah di Akpol itu kan dibagi petak-petak. Termasuk salah satunya Pak Ari itu menangani sampah di Akpol,” ujar Heru.

Meski warga sudah lama menoleransi sikap tertutup keluarga tersebut, tindakan Ari yang kembali menutup jalan umum dinilai berlebihan.

“Intinya warga itu masih ada hatilah. Kalau mereka mau diingatkan, mau diapa ya intine ndak akan berlebihan untuk sampai kejadian kayak kemarin,” ujarnya.

Ari Klaim Tutup Jalan untuk Bangun Rumah

Penutupan jalan yang dilakukan Ari bukan kali pertama. Pada Senin (6/10/2025), Satpol PP Kota Semarang bersama Polsek dan pengurus RW sudah membongkar pagar seng yang menutupi akses tersebut.

Namun, beberapa hari kemudian, Ari kembali menutup jalan dengan seng dan kawat besi.

Plt Kasatpol PP Kota Semarang, Marthen Stevanus Dacosta, menjelaskan bahwa Ari beralasan menutup jalan karena hendak membangun rumah.

“Kalau mau bangun rumah ya silakan yang bersangkutan mengajukan izin (RT dan RW),” kata Marthen, Kamis (9/10/2025).

Namun, Marthen menegaskan agar Ari tidak boleh mengganggu hak publik atas jalan umum.

“Tapi materialnya jangan menutup akses jalan umum,” ujarnya.

Semarang, jalan ditutup, Tembalang, warga semarang tutup jalan, Ari tutup jalan, Ulah Ari, Warga Semarang yang Tutup Jalan Umum dan Ogah Bayar Iuran, Apa Alasannya?, Keluarga Ari Dikenal Tertutup, Ari Klaim Tutup Jalan untuk Bangun Rumah, Ketua RW Sebut Ari Sudah Tutup Jalan Bertahun-tahun, Warga Merasa Dirugikan karena Jalan Ditutup Ari, Satpol PP Akan Tertibkan Ari Lagi

Jalan Sinar Mas VII RT 12 RW 1 Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, kembali ditutup, Selasa (7/10/2025).

Ketua RW Sebut Ari Sudah Tutup Jalan Bertahun-tahun

Pernyataan Ari yang menyebut menutup jalan karena ingin membangun rumah ini dibantah oleh Ketua RW setempat, Heru.

Menurut Heru, Ari sudah menutup jalan tersebut selama bertahun-tahun, bukan kali ini saja.

“Kayak gitu (jalan ditutup) sudah bertahun-tahun,” kata Heru.

Menurut Heru, Ari dikenal sulit diajak berkomunikasi dan kerap menunjukkan sikap arogan terhadap warga sekitar.

“Jadi kita ajak omong. Ya wis (ya sudah) kita dapat ancaman, nek enggak ya diajak gelut (berkelahi),” ungkapnya.

Heru menambahkan, tindakan menutup jalan umum telah dilakukan Ari sebanyak tiga kali.

“Sudah tiga kali, ini yang paling parah,” lanjut Heru.

Warga Merasa Dirugikan karena Jalan Ditutup Ari

Aksi penutupan jalan membuat aktivitas masyarakat terganggu, termasuk layanan pengangkutan sampah dan distribusi air bersih.

Salah satu warga, Bowo (43), mengaku sangat dirugikan karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju permukiman.

“Itu seharusnya jalan umum,” kata Bowo kepada Kompas.com.

Penutupan jalan memaksa mobil sampah dan penjual air menempuh rute yang lebih jauh untuk mencapai rumah warga.

“Jadi ya sangat mengganggu lah,” ujar dia.

Selain itu, Bowo juga mengeluhkan bau tidak sedap dari tumpukan barang rongsokan yang dikumpulkan Ari di sekitar lokasi.

“Jadi setiap hari itu bau sampah. Sampai kami tak berani mengadakan acara di rumah kami,” lanjut Bowo.

Ia berharap pemerintah turun tangan agar jalan tersebut dibuka kembali untuk digunakan masyarakat.

“Itukan ditutup, kami takutnya digunakan untuk mengumpulkan barang rongsokan,” keluhnya.

Satpol PP Akan Tertibkan Ari Lagi

Menanggapi penutupan jalan yang berulang, Satpol PP Kota Semarang memastikan akan menertibkan kembali pagar yang dipasang oleh Ari.

“Ya nanti kami tertibkan lagi,” kata Marthen.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa jalan tersebut merupakan fasilitas umum yang tidak boleh dimiliki atau digunakan secara pribadi.

Dengan kondisi yang terus berulang, warga berharap Wali Kota Semarang turun tangan untuk menyelesaikan masalah yang merugikan banyak pihak ini.

“Semoga Bu Wali Kota Semarang (Agustina Wilujeng) melihat hal ini,” ucap Bowo.

Sebagian artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul dan "Dalih Ari Tutup Jalan di Semarang untuk Bangun Rumah Dibantah Ketua RW", serta di Tribunnews dengan judul "Tak Kebal Ditegur Gegara Tutup Akses Jalan Umum, Ari Pernah Kejar Ketua RW Pakai Senjata Tajam".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.