AS vs China Memanas, Kekayaan Elon Musk hingga Jeff Bezos Turun Ratusan Triliun!

Elon Musk.
Elon Musk.

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memuncak. Presiden Donald Trump secara resmi mengumumkan rencana pemberlakuan tarif 100 persen atas berbagai produk asal China, termasuk kendaraan listrik dan komponen teknologi strategis. 

Keputusan tersebut sontak mengguncang pasar keuangan global, terutama sektor teknologi yang memiliki eksposur besar terhadap rantai pasok di negeri tirai bambu.

Kabar ini memicu kepanikan besar di Wall Street dan pasar kripto. Saham-saham raksasa teknologi seperti Amazon, Nvidia, dan Tesla merosot tajam, mencatatkan kerugian terbesar sejak April 2025. 

Melansir dari CNBC, Selasa, 14 Oktober 2025, volatilitas pasar meningkat tajam setelah pengumuman tersebut. Indeks Nasdaq jatuh 3,6 persen, sementara S&P 500 turun 2,7 persen dalam sehari. Banyak pengamat menilai, kebijakan tarif tinggi ini bukan hanya akan menekan perusahaan besar, tapi juga mengacaukan rantai pasok global, mulai dari chip AI hingga industri kendaraan listrik.

Nvidia

Saham Teknologi Rontok Serentak

Gelombang penurunan paling parah dialami oleh Nvidia, produsen chip GPU yang menjadi tulang punggung industri kecerdasan buatan. Kapitalisasi pasar perusahaan itu anjlok US$229 miliar atau sekitar Rp3.778 triliun dalam satu hari perdagangan. Padahal, pada akhir September, Nvidia baru saja mencetak rekor sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar mencapai US$4,5 triliun (Rp74,25 kuadriliun).

Sementara itu, Amazon kehilangan US$121 miliar atau setara Rp1.996,5 triliun, menghapus seluruh keuntungan perusahaan sejak awal tahun. “Amazon, Nvidia, dan Tesla masing-masing turun sekitar 2 persen pada perdagangan setelah pengumuman,” tulis CNBC dalam laporannya, seperti dikutip pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Nasib serupa menimpa Tesla, yang baru meluncurkan kendaraan listrik dengan harga terjangkau. Kapitalisasi pasarnya terpangkas US$71 miliar atau Rp1.171,5 triliun.

Tak ketinggalan, Microsoft ikut terpukul dengan penurunan nilai pasar mencapai US$85 miliar (Rp1.402,5 triliun). Ironisnya, perusahaan ini tengah memperluas infrastruktur cloud untuk mendukung permintaan dari OpenAI, yang justru meningkat tajam.

Sementara dua raksasa lainnya, Google (Alphabet) dan Meta (Facebook), juga ikut terseret. Saham Alphabet turun 2 persen, sedangkan Meta anjlok hampir 4 persen hanya dalam sehari.

Kekayaan Para Konglomerat Dunia Lenyap Ratusan Triliun

Jeff Bezos.

Jeff Bezos.

Dampak perang dagang ini tak hanya mengguncang pasar, tapi juga memangkas kekayaan para miliarder teknologi dunia. Menurut Bloomberg’s Billionaires Index, kekayaan Elon Musk anjlok sekitar US$16 miliar atau Rp264 triliun, menjadi yang terbesar di antara para CEO.

Sementara Jeff Bezos (Amazon) dan Mark Zuckerberg (Meta) masing-masing kehilangan sekitar US$10 miliar atau Rp165 triliun. Di sisi lain, Jensen Huang, CEO Nvidia yang dikenal sebagai “raja chip AI”, juga terpukul dengan penurunan kekayaan mencapai US$8 miliar atau Rp132 triliun.

Lonjakan tarif dan ketegangan politik antara dua negara raksasa ekonomi dunia ini menjadi pengingat bahwa bahkan para miliarder top dunia pun tidak kebal terhadap gejolak pasar global.

Pasar Kripto Ikut Berdarah

Efek domino juga terasa di dunia kripto. Bitcoin ambruk 8,4 persen ke level US$104.782 (Rp1,73 miliar per koin), menyebabkan total kerugian pasar mencapai US$19 miliar atau sekitar Rp313,5 triliun dalam sehari.

Menurut data dari Coinglass, lebih dari 1,6 juta trader mengalami likuidasi dalam 24 jam terakhir, termasuk penjualan paksa sebesar US$7 miliar (Rp115,5 triliun) yang terjadi hanya dalam waktu kurang dari satu jam.