Gus Kautsar Sentil Ulil Abshar yang Cuek Ekosistem Alam Rusak Akibat Tambang

Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Gus Kautsar.
Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Gus Kautsar.

 Ulama muda Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdurrahman Al Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar menyindir pernyataan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil yang ketus terhadap aktivis lingkungan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem awal hutan imbas aktivitas tambang yang merusak lingkungan.

Gus Kautsar menimpali video pernyataan lawas Gus Ulil yang kembali viral karena dianggap pro terhadap aktivitas tambang atau ekstraksi dan seolah merasa tidak peduli untuk mengembalikan ekosistem awal yang rusak akibat aktivitas tambang.

"Kita prihatin ada teman NU, qunut juga sama kaya kita, 'Apa toh pentingnya kamu memikirkan mengembalika ke ekosistem awal'. Kita ini kalau enggak pakai logika kita, kita ini santri, apalagi yang ngomong ini udah kyai, berarti kan dia ngerti," kata Gus Kautsar yang juga pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur dikutip dari akun Instagram @dawuh.terasgubuk

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil di Kantor PBNU, Jakarta Pusat

Ia merujuk sabda Rasulullah SAW yang tegas mengatakan "Apabila kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang dari kalian ada benih kurma, maka jika ia mampu menanamnya sebelum kiamat itu datang, hendaklah ia menanamnya,"

"Kalau masih ada kesempatan, nyawa masih ada, tangan masih bisa gerak, tanam! Walaupun kiamat di depan mata. Ini 'ekosistem ngapain dikembalikan, ngapain gimana, nuwun sewu bukan apa-apa, ini dawuhnya kanjeng Nabi," tegasnya 

Menurut Gus Kautsar, menjaga ekosistem alam adalah bentuk nyata kesadaran menjaga masa depan, memperkuat keberlanjutan, dan menjalankan perintah agama dengan penuh tanggung jawab serta kesungguhan.

"Ada generasi berikutnya yang akan meneruskan generasi sebelumnya. Apa yang kita rasakan, keindahan yang kita rasakan, keamanan yang kita rasakan, harus dirasakan oleh anak cucu keturunan kita, iya apa tidak? Artinya, ngono yo ngono ning ojo ngono, (begitu ya begitu, tetapi jangan begitu)," ungkapnya 

Wahabi Lingkungan

Sebelumnya, Ulil mengaku mendapat banyak serangan dari berbagai pihak, termasuk para netizen. Pernyataan lawas Gus Ulil yang pro terhadap aktivitas tambang atau ekstraksi yang memicu kerusakan alam diunggah ulang dan dikaitkan dengan bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. 

Netizen banyak yang mengunggah kembali video wawancara Gus Ulil dengan Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik di Kompas TV yang membahas tata kelola dan pelestarian hutan sebagai bagian dari ekosistem penting alam di Indonesia yang tayang pada 12 Juni 2025.

Dalam wawancara yang dipandu Rosi, Iqbal Damanik sempat melontarkan pertanyaan ke Ulil tentang apakah ada satu pun dari proyek pembalakan hutan dan penambangan di Indonesia yang akhirnya melakukan upaya pemeliharaan atau pengembalian pada ekosistem alam yang sudah rusak? 

"Tunjukkan satu saja ada konsesi yang berhasil mereklamasi, mereboisasi, kembali ke ekosistem awal. Tunjukkan satu saja di mana wilayah pertambangan di Indonesia ini kembali ke ekosistem awalnya. Nggak ada," kata Iqbal.

Merespons pertanyaan itu, Ulil yang merupakan menantu Gus Mus, malah mempertanyakan apa kepentingan Iqbal sebagai aktivis lingkungan untuk mengembalikan lingkungan konsesi ke ekosistem awal sebelum penambangan.

"Kenapa anda begitu peduli untuk mengembalikan ekosistem awal," tanya Gus Ulil.

Kemudian, respons Gus Ulil tersebut pun membuat Iqbal kaget. Sebab menurutnya, ekosistem seperti hutam adalah sesuatu yang sangat penting dan dibutuhkan oleh makhluk hidup seperti manusia. "Karena kita butuh, Gus. Dan itu wajib (dikembalikan -red)," ujar Iqbal.

Gus Ulil lantas menilai sikap aktivis lingkungan seperti Iqbal  salah dalam sudut pandang. Bahkan ia melabeli kelompok masyarakat yang mengaku sebagai aktivis lingkungan tersebut dengan sebutan Wahabisme Lingkungan karena tidak bisa bersentuhan dengan teknologi dan industrialisasi.

"Wahabisme itu, orang wahabi itu begitu kepinginnya menjaga kemurnian teks, sehingga teks tidak boleh disentuh sama sekali. Harus puritan, puritanisme teks itu adalah wahabi," kata Gus Ulil.

"Teman-teman lingkungan ini yang terlalu ekstrem yang mengatakan bahwa arahnya adalah bahwa dia menolak sama sekali mining, karena industri ekstraksi selalu pada dirinya adalah dangerous dan itu berbahaya," sambungnya.

Lebih lanjut, bagi Gus Ulil pepohonan dan aneka tambang adalah anugerah yang diberikan Tuhan untuk dapat dikelola dan dimanfaatkan bagi manusia. Bahkan di sektor ekstraktif ini, banyak orang yang bergantung hidupnya di sana. 

Termasuk hasil tambang batubara yang juga diklaim Gus Ulil memiliki manfaat yang sangat nyata bagi kelangsungan hidup manusia.