Profil Sherly Tjoanda, Gubernur Malut yang Janji Beri 1 Hektar Lahan ke Keluarga Terdampak Tambang

JATAM, jatam, sherly tjoanda, profil sherly tjoanda, tambang maluku utara, sherly tjoanda suami, sherly tjoanda lahir dimana, sherly tjoanda biodata, sherly tjoanda tambang, Profil Sherly Tjoanda, Gubernur Malut yang Janji Beri 1 Hektar Lahan ke Keluarga Terdampak Tambang

Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda berjanji membagikan satu hektar lahan kepada satu keluarga yang tanahnya diambil untuk Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Hal itu dikatakan Sherly setelah Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) melaporkan kekacauan tata kelola pertambangan di Halmahera yang mencakup tumpang tindih perizinan, manipulasi batas wilayah, benturan kepentingan, dan kriminalisasi warga mempertahankan ruang hidup.

Laporan itu mengungkap pusat kehidupan adat berubah menjadi arena benturan korporasi, jaringan modal-politik, dan aparat negara.

Hal tersebut membuat warga Maba Sangaji terusir, hutan rusak, sungai tercemar, dan lahan pangan tradisional hilang.

Protes damai warga dibalas kriminalisasi dengan puluhan penangkapan, sementara negara dinilai absen dalam pengawasan dan berpihak pada modal hingga mengabaikan penderitaan masyarakat dan kerusakan lingkungan.

Mengenai laporan JATAM, Sherly tidak menampik bahwa masyarakat Maluku Utara memang kehilangan lahan akibat aktivitas tambang.

Namun, pemerintah akan memberikan satu hektar lahan sebagai bentuk ganti rugi dari negara kepada pemilik tanah. 

“Saya berencana untuk membagi setiap satu hektar kepada satu keluarga, untuk mereka yang selama ini hidup lahan adatnya diambil untuk kemudian dikonversi menjadi IUP dari pusat, akan kita inventariskan dan kita ganti,” ujar Sherly dalam acara ROSI Kompas TV, Kamis (20/11/2025).

Profil Sherly Tjoanda

Berdasarkan catatan Kompaspedia, Selasa (21/10/2025), Sherly lahir di Ambon pada 8 Agustus 1982.

Ia pernah menempuh pendidikan di Universitas Kristen Petra Surabaya dan Inholland University, Belanda.

Sosok Sherly mulai menjadi perhatian publik setelah ia maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku Utara.

Keputusan tersebut diambil setelah suaminya, Benny Laos, yang telah mencalonkan diri sebagai Gubernur Maluku Utara, meninggal dalam kecelakaan speedboat di Kabupaten Pulau Taliabu pada Sabtu (12/10/2024).

Sherly menikah dengan Benny ketika usianya baru menginjak 23 tahun, dengan selisih usia sepuluh tahun di antara mereka. Dari pernikahan ini, keduanya dikaruniai tiga orang anak.

Sebelum menjadi Gubernur Maluku Utara, Sherly sempat menjadi Direktur PT Bela Group yang dirintis bersama suaminya.

PT Bela Group menjalankan bisnis di berbagai sektor, mulai dari properti, perdagangan hasil Bumi, dan pariwisata.

Ia juga mendirikan dan memimpin Yayasan Bela Peduli yang berfokus pada anak yatim, korban bencana, rumah ibadah, olahraga, dan seni.

Selain itu, Sherly menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Pulau Morotai pada 2017-2022, Bunda PAUD Kabupaten Morotai, dan Ketua Umum Forikan Morotai. 

Ia juga menjadi Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Maluku Utara yang berkaitan erat dengan sektor agrikultur dan petani lokal. 

Maju Pilkada Maluku Utara

Hidup Sherly berubah 180 derajat setelah suaminya meninggal.

Setelah itu, ia ditunjuk oleh partai koalisi untuk maju Pilkada Maluku Utara pada 2024.

Partai-partai yang memberikan dukungan adalah Nasdem, PKB, Demokrat, PAN, PPP, Gelora, PSI, dan Partai Buruh. 

Sherly kemudian dipasangkan dengan Sarbin Sehe. Pasangan ini kemudian memenangkan Pilkada Maluku Utara dengan raihan 359.416 suara atau sekitar 51,68 persen.

Sherly-Sarbin kemudian dilantik menjadi Gubernur Maluku Utara oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.