Daftar 15 Titik Rukyatul Hilal di Sumbar, Penentuan Awal Ramadan Digelar 17 Februari 2026
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat menetapkan 15 lokasi pemantauan hilal atau rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah.
Pemantauan tersebut akan dilaksanakan secara serentak pada 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Syakban 1447 H.
Penetapan titik rukyat ini menjadi bagian dari rangkaian proses penentuan awal bulan Hijriah yang dilakukan pemerintah melalui mekanisme Sidang Isbat.
Hasil pemantauan dari berbagai daerah akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan resmi.
Berapa Titik Pemantauan Hilal di Sumbar?
Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kemenag Sumbar, Yosef Chairul, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 15 titik yang telah terkonfirmasi.
"Sejauh ini yang sudah terkonfirmasi ada 15 titik. Kami awalnya merencanakan di 20 titik sesuai jumlah kabupaten dan kota di Sumbar, namun empat daerah belum memberikan konfirmasi," ujar Yosef kepada Kompas.com, Jumat (6/2/2026).
Empat wilayah yang belum memberikan konfirmasi yakni Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Solok, dan Kota Padang Panjang.
Meski demikian, jumlah titik pemantauan masih berpeluang bertambah apabila konfirmasi dari daerah tersebut telah diterima.
Untuk Kota Padang, pemantauan utama akan dipusatkan di Masjid Al-Hakim, Kecamatan Padang Selatan, yang selama ini menjadi salah satu lokasi strategis pengamatan hilal.
Di Mana Saja Lokasi Rukyatul Hilal di Sumbar?
Berikut 15 titik pemantauan hilal di Sumatera Barat yang telah terkonfirmasi:
- Kota Padang: Masjid Al-Hakim, Jalan Samudera
- Kabupaten Pasaman Barat: Lantai 3 Gedung DPRD Pasaman Barat, Padang Tujuh, Kecamatan Pasaman
- Kota Payakumbuh: Bukit Nganang, Kabupaten Lima Puluh Kota
- Kabupaten Pesisir Selatan: Puncak Langkisau, Carocok Painan
- Kota Bukittinggi: Balcone Hotel, Jalan Raya Bukittinggi–Medan KM 7, Gadut
- Kabupaten Solok: Panorama 2, Sitinjau Lauik
- Kabupaten Solok Selatan: Halaman Kantor Kemenag Kabupaten Solok Selatan
- Kabupaten Tanah Datar: Jorong Sikaladi, Nagari Pariangan
- Kota Pariaman: Shelter Pantai Gandoriah
- Kota Sawahlunto: Dusun Simpang, Desa Kolok Mudiak, Kecamatan Barangin
- Kabupaten Pasaman: Puncak Tonang, Kecamatan Lubuk Sikaping
- Kabupaten Agam: Pasir Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara
- Kabupaten Sijunjung: Hotel Bukik Gadang, Muaro Sijunjung
- Kabupaten Padang Pariaman: Pantai Ketaping, Kecamatan Batang Anai
- Kabupaten Lima Puluh Kota: Wisko Kuaro Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh.
Bagaimana Proses Penetapan Awal Ramadhan?
Penentuan awal Ramadhan di Indonesia dilakukan melalui dua pendekatan, yakni hisab dan rukyat.
Hisab merupakan metode perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi hilal, sedangkan rukyat adalah pengamatan langsung terhadap kemunculan hilal saat matahari terbenam.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI, Arsad Hidayat, memastikan Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 H akan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026.
Berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada pada kisaran minus 2 derajat 24,71 menit hingga 0 derajat 58,08 menit, dengan sudut elongasi antara 0 derajat 56,39 menit hingga 1 derajat 53,60 menit.
"Secara perhitungan (hisab), posisi ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS," jelas Arsad.
Kendati demikian, keputusan resmi tetap menunggu laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah serta kesepakatan dalam Sidang Isbat.
Apakah Berpotensi Terjadi Perbedaan Awal Ramadan?
Menanggapi kemungkinan adanya perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan, Yosef mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan saling menghormati.
"Seperti pesan Nabi, perbedaan adalah rahmat. Tidak perlu diperdebatkan. Yang terpenting, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman sesuai keyakinan masing-masing," tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan biasanya muncul akibat penggunaan metode yang berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Dengan tersebarnya titik rukyat di berbagai kabupaten dan kota, Kemenag Sumbar berharap proses pengamatan hilal dapat berjalan optimal.
Hasil dari pemantauan ini nantinya akan dilaporkan ke Kemenag RI sebagai bagian dari bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang