Dilantik Sebagai Tenaga Ahli Dewan Keamanan, Background Pendidikan Noe Letto Jadi Sorotan
Putra Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun, yakni Sabrang Mowo Damar Panuluh atau dikenal sebagai Noe, vokalis band Letto resmi dilantik sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional, Kementerian Pertahanan.
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan bahwa Noe Letto beserta tenaga ahli lainnya akan bertugas memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahliannya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional.
"Dalam mekanismenya, tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku," kata Rico kepada wartawan di Jakarta, Minggu.
Menyusul dengan dilantiknya Neo Letto sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional, seperti apa rekam jejak Neo? Berikut ini rangkumannya seperti dilansir dari berbagai sumber.
Noe merupakan anak pertama dari budayawan, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun dari istri pertamanya, Neneng Suryaningsih. Semasa kecil Noe menghabiskan waktunya di Lampung.
Dia menempuh pendidikan di SD 1 Yosomulyo, Lampung kemudian melanjutkan ke SMP Xaverius Metro, Lampung. Setelah lulus SMP, Noe kembali ke Yogyakarta dan meneruskan sekolah di SMU 7 Yogyakarta.
Pada tahun 1997, Noe melanjutkan kuliah di perguruan tinggi prestisius Universitas Alberta, Kanada. Ia mengambil dua jurusan sekaligus, yaitu matematika dan fisika.
Di Kanada, krisis moneter memaksa Noe hidup berjuang mandiri dengan menjalani pekerjaan paruh-waktu agar dapat memiliki uang yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari demi menyelesaikan pendidikan.
Pada tahun 2003, Noe lulus dari Universitas Alberta dengan gelar Bachelor of Science dalam dua bidang, yaitu fisika dan matematika.
Karir di Industri Hiburan Tanah Air
Noe mulai mengenal musik sejak duduk di bangku SMP. Saat itu pamannya memberikan kaset bekas kumpulan lagu-lagu Queen. Setelah mendengarkan berulang kali, akhirnya dia mempunyai pikiran bagaimana membuat musik yang bisa menggerakkan rasa dan menggerakkan perasaan orang lain. Mulailah Noe bersentuhan dengan keyboard, alat musik yang pertama ia sentuh.
Beranjak SMU dirinya yang menempuh pendidikan di SMU 7 Yogyakarta bertemu dengan Ari, Dedy dan Patub. Pada waktu itu mereka belum membentuk band.
Sementara itu musik semakin ditekuni Noe setelah dirinya lulus kuliah. Saat itu Noe aktif bermain musik di studio KiaiKanjeng yang dipimpin oleh sahabat ayahnya, yakni Novi Budianto. Dari sana dia mulai menulis lirik lagu yang tertuang di album pertama Letto bertajuk Truth, Cry and Lie. Album tersebut dirilis tahun 2005 di bawah naungan label musik Musica Studio.
Di tahun 2008 Noe mendirikan production house bernama Lock Production bersama Dewi Umaya Rachman. Beberapa film yang diproduksi PH tersebut antara lain Minggu Pagi di Victoria Park yang rilis di tahun 2010 sebagai penanda film perdana PH itu. Kemudian ada juga film RAYYA hingga Guru Bangsa Tjokroaminoto yang disutradarai oleh Garin Nugroho.