Cegah Insiden Nameset Terulang, Kelme Siapkan Pendampingan Tenaga Ahli
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, mengaku pihaknya telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi terulangnya kejadian nameset pemain Timnas Indonesia yang mengelupas saat dipakai di pertandingan.
Salah satunya dengan menyiapkan tenaga ahli untuk mendampingi ketika proses pengepresan nameset pemain guna memastikan proses pemasangan nameset telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
"Yang pertama yang akan Kelme lakukan adalah bekerja sama dengan tim PSSI untuk menghadirkan pendampingan untuk bisa memastikan prosedur SOP ketika pressing," kata Kevin dalam acara Kelma Media Session di GBK Arena, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
"Kami akan hadirkan tenaga ahli kami untuk mendampingi ketika proses pressing."
"Itu menurut kami perlu untuk dilakukan karena sebenarnya SOP-nya itu bisa dibilang baku tapi apakah kalau tidak ada yang memonitor bisa konsisten?"
"Jadi, kami akan menghadirkan tenaga ahli selama periode tertentu untuk mendampingi itu. Harapannya, semoga nanti aman," lanjut dia.
Langkah ini diambil Kelme sebagai tindak lanjut dari kejadian mengelupasnya sejumlah nama pemain Timnas Indonesia ketika bertanding di FIFA Series 2026 Jakarta, Maret lalu.
Saat itu, publik menyoroti kualitas dari jersey skuad Garuda produksi Kelme setelah melihat nama punggung dari Dony Tri Pamungkas dan Ole Romeny yang mengelupas.
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya berpose setelah diwawancara Kompas.com dalam program sporty di Garuda Store, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (21//4/2026).
Kemudian, kejadian sama juga terlihat ketika Timnas Futsal Indonesia bertanding di Piala AFF Futsal 2026 atau ASEAN Futsal Championship 2026.
Atas hal tersebut, Kevin sebagai perwakilan Kelme Indonesia mengucapkan permohonan maaf karena kejadian tersebut tidak terduga.
Lakukan Investigasi
Dia mengatakan pihaknya langsung melakukan investigasi untuk mencari penyebabnya nameset yang mengelupas.
Menurutnya, Kelme sudah memiliki prosedur standar dalam proses pemasangan nameset seperti dengan suhu 160 derajat dengan durasi selama 15 detik.
Setelah ditelusuri, penyebab utama terkelupasnya nama pemain Timnas Indonesia karena penggunaan mesin yang berbeda, selain faktor kelalaian manusia sebagai operator pemasangan nameset.
Kevin menjelaskan pemasangan nameset Timnas di FIFA Series 2026 dilakukan dengan mesin berbeda dengan mesin yang digunakan sebelum peluncuran.
Padahal, proses pengepresan jersey yang dilakukan menjelang peluncuran sudah menghasilkan produk terbaik.
"Kami minta maaf, karena ada kesalahan, ada yang terlewatkan, dan kami upayakan lebih baik lagi," kata Kevin.
Ke depannya, selain pendampingan, Kevin juga menyatakan pihaknya akan kembali melakukan pelatihan kepada para operator pemasangan nama pemain serta kitman dari Timnas Indonesia terkait perawatan jersey.
"Selain itu, bisa jadi perlu double pressing karena itu juga yang kami dapat dari Garuda Store ketika di Garuda Store ternyata mereka melakukan double pressing dari dalam dan luar. Nah itu yang membuat jadi benar-benar nempelnya optimal," tutur dia.
"Jika ada pelanggan yang ingin memberi masukan, kritik, atau saran bisa langsung menghubungi kami melalui [email protected]," ucap Kevin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang