Gedung Putih Bentuk Komite Transisi Gaza
Gedung Putih mengumumkan pembentukan komite teknokratik untuk mengawasi proses transisi kekuasaan di Jalur Gaza, Jumat (16/1/2026). Langkah ini disebut sebagai bagian dari rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang Israel di wilayah kantong Palestina tersebut.
Komite yang diberi nama National Committee for the Administration of Gaza (NCAG) akan bertindak sebagai badan pelaksana di lapangan. Struktur ini dirancang untuk memastikan proses transisi pemerintahan berjalan secara terkoordinasi dan stabil.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
NCAG dipimpin oleh Dr Ali Sha'ath, mantan wakil menteri Palestina di Otoritas Palestina. Komite ini memiliki mandat untuk memulihkan layanan publik, membangun kembali institusi sipil, serta menstabilkan kehidupan masyarakat Gaza pascakonflik berkepanjangan.
Untuk mengawasi operasional di lapangan, turut dibentuk Dewan Eksekutif yang melibatkan sejumlah tokoh internasional. Dewan ini di antaranya mencakup Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, utusan khusus Presiden Trump Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, serta pejabat senior dari Uni Emirat Arab, Qatar, dan Mesir.
Sebagai otoritas tertinggi yang mengarahkan proses transisi kekuasaan di Gaza, Presiden Trump memimpin Dewan Perdamaian. Dewan tersebut beranggotakan sejumlah figur penting, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Steve Witkoff, Jared Kushner, Tony Blair, serta Presiden Kelompok Bank Dunia Ajay Banga.
Pengumuman pembentukan komite ini disampaikan menyusul dimulainya fase kedua kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina Hamas. Fase ini berfokus pada agenda demiliterisasi, pembentukan pemerintahan teknokratis, dan rekonstruksi Gaza.
Dalam fase tersebut, kesepakatan mencakup penarikan penuh pasukan Israel, pelucutan senjata Hamas, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, serta pembentukan pemerintahan sementara Palestina di Jalur Gaza.
Sejak Oktober 2023, konflik di Gaza telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina. Meski gencatan senjata resmi diberlakukan sejak Oktober 2025, laporan otoritas kesehatan setempat menyebutkan bahwa serangan Israel masih terus terjadi, dengan hampir 450 orang kembali dilaporkan tewas. (Sumber Anadolu/ANTARA)