LIRA Gelar Rakernas II, Tegaskan Komitmen Perkuat Demokrasi
Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II pada 16 hingga 18 Januari 2026 di Bogor.
Tema Rakernas II ini yaitu 'Ormas dan Pemerintah: Menguatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Nasional'. Dimana ini menjadi titik awal diskusi penting mengenai peran organisasi masyarakat sipil dalam memperkuat demokrasi dan pembangunan Indonesia.
Dari Rakernas II tersebut, LIRA menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan demokrasi sejati dan kedaulatan rakyat.
Ketua Pelaksana Rakernas II LIRA, Asep Rohmatullah, menegaskan, Rakernas II bukan hanya r pertemuan rutin saja, tetapi menjadi momen penting dalam memperkuat jaringan dan sinergi antar pengurus.
"Tujuan utama kami adalah memastikan bahwa setiap langkah yang diambil LIRA berfokus pada kepentingan rakyat dan pembangunan yang berkelanjutan," kata Asep.
Selain rapat dan pengukuhan, kegiatan outbond yang diselenggarakan bertujuan untuk mempererat hubungan emosional antar pengurus dan anggota LIRA, serta memperkokoh solidaritas dan meningkatkan sinergitas antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LIRA dari seluruh penjuru tanah air.
Rakernas II ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting yang memberikan wawasan berharga terkait isu-isu mutakhir yang dihadapi bangsa. Di antaranya, Ilham Khoiri, wartawan dari Harian Kompas, Adi Prayitno, Pengamat Politik, M. Isnur, Ketua YLBHI, dan Saiful Mujani, Founder SMRC.
Kehadiran mereka memperkaya diskusi dan memberikan pandangan tajam mengenai dinamika politik dan sosial yang memengaruhi perjalanan bangsa Indonesia.
Presiden LIRA, Andi Syafrani, dalam sambutannya menekankan, Kehadiran tokoh-tokoh ini sangat penting bagi kami. Pandangan mereka memberikan perspektif yang lebih luas dan memperkaya pemahaman kami terhadap berbagai isu kritis yang tengah berkembang.
"Diskusi ini bukan hanya pertukaran ide semata, tetapi sebuah proses untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil LIRA tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan kesejahteraan bangsa," tutur dia.
Dengan kontribusi yang signifikan dari para tokoh tersebut, diskusi ini memberikan gambaran yang jelas mengenai berbagai tantangan yang sedang dihadapi oleh bangsa, serta memberi arah yang lebih terarah bagi LIRA dalam menjalankan peran strategisnya dalam memperjuangkan demokrasi sejati.
Rakernas II juga menandai peluncuran buku saku "Jalan Panjang Perjuangan LIRA", yang disusun untuk memberi pemahaman lebih dalam mengenai perjalanan LIRA sejak berdiri, serta komitmennya dalam mengawasi kebijakan, mengkritisi penyimpangan, dan mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Buku ini menjadi ruang refleksi yang menggambarkan dinamika kebangsaan dan relasi negara dengan rakyat.
Bupati Tolikara, Willem Wandik S. Sos, dalam sambutannya memberikan pesan strategis mengenai pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
Dia menekankan bahwa Rakernas II LIRA merupakan ruang penting untuk mengurai paradoks hubungan pusat-daerah dan mencari langkah konkret menuju Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berdaulat dari pusat hingga daerah terjauh. Pembangunan yang adil hanya dapat terwujud apabila ada keselarasan antara kebijakan pemerintah pusat dengan kebutuhan riil di daerah, jelas Willem Wandik.