Terbangun Tengah Malam dalam Keadaan Lapar Berat? Pertanda Apa?

Ilustrasi menahan lapar, sakit perut.
Ilustrasi menahan lapar, sakit perut.

 Bangun tidur dalam keadaan lapar terasamenyebalkan, apalagi kalau hal itu sampai mengganggu tidur atau terjadi hampir setiap pagi. Rasa lapar sebenarnya sinyal tubuh yang normal, tapi biasanya nafsu makan akan menurun saat malam karena tubuh bersiap untuk beristirahat.

Jadi, kalau kamu sering terbangun karena tiba-tiba ingin makan atau bangun dengan perut terasa sangat kosong, bisa jadi ada sesuatu dalam rutinitas atau kondisi tubuhmu yang sedang tidak seimbang. Mulai dari kebiasaan makan larut malam, kualitas tidur yang buruk, perubahan hormon, pengaruh obat-obatan, hingga kondisi medis tertentu semuanya bisa memengaruhi sinyal lapar tubuhmu.

Rasa lapar yang muncul terus-menerus di malam hari atau dini hari kadang bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius dan perlu diperhatikan. Lantas apa penyebab seseorang bangun dalam keadaan lapar? Melansir laman Times of India, Selasa 18 November 2025 berikut ini penyebabnya!

1. Makan Berlebihan Sebelum Tidur

Mengonsumsi makanan berat, manis, atau tinggi karbohidrat sebelum tidur bisa mengacaukan kadar gula darah. Makanan yang memicu lonjakan gula darah akan membuat pankreas memproduksi insulin untuk menurunkannya. Penurunan yang terlalu cepat ini bisa memicu rasa lapar di tengah malam.

Makan terlalu malam, apalagi dekat waktu tidur, juga dapat mengganggu ritme sirkadian dan menurunkan hormon leptin, hormon yang mengatur rasa kenyang. Untuk mencegahnya, pilih camilan ringan yang kaya protein atau serat agar pencernaan lebih stabil sepanjang malam.

2. Kurang Tidur

Tidur yang buruk bisa langsung memengaruhi nafsu makan. Bahkan kurang tidur dalam hitungan jam juga sudah cukup untuk mengacaukan regulasi gula darah dalam tubuh. Kurang tidur juga meningkatkan kadar ghrelin, hormon pemicu rasa lapar, sehingga kamu lebih mudah ingin makan terutama di malam hari.

Terkait dengan tidur, orang dewasa umumnya butuh tidur 7–9 jam setiap malam. Sebuah studi di Annals of Internal Medicine bahkan menemukan bahwa kurang tidur jangka pendek pun bisa meningkatkan kadar ghrelin dan memicu keinginan makan berlebih. Kalau kamu sulit tidur, coba perbaiki rutinitas tidur, kurangi penggunaan gawai sebelum tidur, dan ciptakan suasana kamar yang tenang. Jika tetap sulit, ada baiknya konsultasi ke tenaga medis.

3. PMS (Premenstrual Syndrome)

Banyak orang mengalami peningkatan nafsu makan atau ngidam menjelang menstruasi. Perubahan hormon, terutama estrogen dan progesteron, dapat memengaruhi nafsu makan, keinginan makan yang manis, dan tingkat energi. Gejala PMS lain seperti mood swing, gampang marah, sakit kepala, atau gangguan pencernaan juga bisa membuat nafsu makan meningkat. Kalau kamu sering merasa lapar malam hari, kembung, lelah, atau tidur terganggu sebelum menstruasi, PMS mungkin penyebabnya.

4. Pengaruh Obat

Beberapa obat memang bisa meningkatkan nafsu makan dan memicu rasa lapar di malam hari. Misalnya steroid, antidepresan, antihistamin generasi pertama seperti cyproheptadine, beberapa obat diabetes seperti insulin, serta obat antipsikotik atau antikejang. Waktu minum obat juga dapat memengaruhi kapan rasa lapar muncul. Jika kamu curiga obat yang diminum berdampak pada pola makan malam, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengubah dosis.

5. Kurang Minum

Dehidrasi sering disalahartikan sebagai rasa lapar. Saat tubuh kekurangan cairan, kamu bisa merasa lemas atau ingin makan padahal sebenarnya yang dibutuhkan adalah air. Jika bangun dalam keadaan lapar, coba minum segelas air dulu.Penting juga untuk menjaga hidrasi sepanjang hari dapat mencegah sinyal lapar yang keliru saat malam.

6. Stres

Stres bisa memicu rasa lapar karena meningkatkan hormon kortisol. Kortisol diketahui dapat membuat gula darah naik sebagai respons fight or flight. Saat kadar gula darah kembali turun, tubuh bisa memunculkan rasa lapar.

Kalau stres berlangsung lama, kebiasaan makan emosional atau emotional eating juga lebih mungkin terjadi, terutama di malam hari. Coba praktikkan yoga, meditasi, napas dalam, atau rutinitas tenang menjelang tidur untuk membantu meredakan stres maupun lapar mendadak.

7. Aktivitas Fisik Berlebihan

Olahraga intens, apalagi di malam hari, bisa menurunkan kadar gula darah karena otot menggunakan simpanan glukosa untuk energi. Kalau turun terlalu rendah, kamu bisa terbangun karena lapar. Makan malam yang seimbang atau camilan tinggi protein setelah olahraga bisa membantu menjaga kestabilan energi. Jangan lupa cukup minum untuk mencegah rasa lapar yang sebenarnya tanda dehidrasi.

8. Night Eating Syndrome (NES)

Night eating syndrome adalah gangguan makan yang ditandai dengan kebiasaan makan banyak setelah makan malam atau terbangun untuk makan setidaknya dua kali seminggu. Kondisi ini sering terjadi akibat keterlambatan ritme makan secara sirkadian. Penderita NES biasanya tidak punya nafsu makan di pagi hari, mengalami gangguan tidur, dan merasa sulit tidur kalau belum makan. Penanganannya bisa meliputi obat SSRI seperti sertraline, terapi perilaku kognitif, suplemen melatonin, dan teknik relaksasi.

9. Kehamilan

Selama hamil, tubuh bekerja ekstra untuk mendukung pertumbuhan janin, sehingga wajar jika nafsu makan meningkat. Bangun dalam keadaan lapar termasuk normal, tapi makan berlebihan di malam hari bisa memicu kenaikan berat badan berlebih atau menjadi tanda diabetes gestasional. Makan malam bergizi, camilan tinggi protein sebelum tidur, atau susu hangat dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil. Jika rasa lapar muncul sangat sering atau terasa ekstrem, konsultasikan ke dokter.

Tips Praktis untuk Mencegah Lapar di Malam Hari

Kamu bisa mencegah lapar malam dengan menyesuaikan pola makan dan menjaga kestabilan gula darah. Usahakan makan seimbang, batasi gula dan kafein di malam hari, serta hindari makan berat menjelang tidur. Camilan ringan tinggi protein bisa membantu kenyang lebih lama tanpa membuat gula darah naik-turun. Beberapa tips mudah antara lain:

  • Pilih makanan seimbang yang mengandung protein tanpa lemak, serat, buah, dan sayur
  • Hindari makanan besar atau tinggi gula sebelum tidur
  • Jika butuh camilan, pilih yang ringan dan tinggi protein. Contohnya: yoghurt Yunani, kacang-kacangan, telur, hummus dengan roti gandum, apel dengan selai kacang, atau minuman protein rendah gula
  • Minum cukup air sepanjang hari
  • Pertimbangkan untuk sedikit menggeser waktu makan malam