Rupiah Melemah meski Cadangan Devisa Naik di Akhir Desember 2025

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.801 per Kamis, 8 Januari 2026. Posisi rupiah itu melemah 16 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.785 pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 9 Januari 2026 hingga pukul 10.03 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.824 per dolar AS. Posisi itu melemah 26 poin atau 0,15 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.798 per dolar AS.

Ilustrasi uang Rupiah.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 sebesar US$156,5 miliar, atau meningkat dibandingkan posisi pada akhir November 2025 yang sebesar US$150,1 miliar.

Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah.

Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

Cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai, serta aliran masuk modal asing yang diprakirakan terus berlanjut sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

BI terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.780 - Rp 16.810," ujarnya.

Sebagai informasi, data ekonomi AS menunjukkan bahwa aktivitas bisnis membaik, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda yang lebih baik dari yang diperkirakan. PMI Jasa ISM melonjak dari 52,6 menjadi 54,4, jauh melampaui ekspektasi 52,3.

Sementara Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan JOLTS November, yang menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan menurun menjadi 7,146 juta, dari 7,449 juta pada bulan Oktober lalu. Hal itu menunjukkan pendinginan bertahap dalam permintaan tenaga kerja. 

Perubahan Ketenagakerjaan ADP menunjukkan bahwa penggajian swasta meningkat sebesar 41.000 pada bulan Desember, kurang dari perkiraan sebesar 47.000. Hal itu menandai peningkatan yang jelas dari kehilangan pekerjaan sebesar 29.000 pada bulan November, menunjukkan stabilisasi sementara dalam perekrutan menjelang akhir tahun.