Rupiah Melemah Menuju Rp 17.000 meski IMF Revisi Ekonomi RI 2026-2027 di 5,1 Persen

Ilustrasi mata uang Rupiah.
Ilustrasi mata uang Rupiah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.981 per Selasa, 20 Januari 2026. Posisi rupiah itu melemah 46 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.935 pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 21 Januari 2026 hingga pukul 09.51 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.959 per dolar AS. Posisi itu melemah 3 poin atau 0,02 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.956 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Dana Moneter Internasional alias IMF merevisi ke atas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027. IMF memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027 akan bertengger di level 5,1 persen, sedikit lebih tinggi dari estimasi 2025 yang tumbuh 5 persen.

Proyeksi terbaru ini juga merevisi ke atas ramalan sebelumnya di Oktober 2025. Sementara proyeksi untuk 2026 lebih tinggi 0,2 persen, dan untuk 2027 lebih tinggi 0,1 persen. Revisi ke atas ini beriringan dengan laju pertumbuhan ekonomi global untuk 2026 yang prospek pertumbuhan naik menjadi 3,3 persen, dari sebelumnya hanya 3,1 persen di Oktober 2025.

IMF tak mengulas prospek terbarunya itu untuk ekonomi Indonesia. Namun, secara global, ketahanan pertumbuhan ekonomi lebih disebabkan gencanya stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang akomodatif pada tahun ini, yang mengompensasi risiko tekanan akibat konflik geopolitik hingga pelemahan aktivitas perdagangan global.

Terlepas dari itu, prospek laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut IMF ini masih jauh lebih cepat dibanding banyak negara dalam daftar 30 negara terpilih. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,1% pada 2026 dan 2027 itu hanya tertinggal dari Filipina yang prospek pertumbuhannya hingga 5,6% pada 2026 dan 5,8% pada 2027, serta India yang tumbuh 6,4% pada 2026 dan 2027.

Bila dibandingkan proyeksi terbaru Bank Dunia, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terjaga di level 5,1% pada 2026, sebagaimana laju pertumbuhan sejak 2023-2025. Lalu, baru meningkat ke level 5,2% pada 2027. Terjaganya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia itu menurut Bank Dunia disebabkan efek kucuran stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah sejak 2025, ditambah dengan investasi yang akan terus dimotori pemerintah.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.950 - Rp16.980," ujarnya.

Sebagai informasi, pada hari Senin, Trump mempertahankan tuntutannya untuk Greenland, dan dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Dia tidak mengungkapkan apakah ia akan mengerahkan militer untuk pulau tersebut.

Kekhawatiran akan intervensi militer AS meningkat pada bulan Januari setelah Washington melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Trump kini menuju Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di mana presiden AS kemungkinan akan bertemu dengan beberapa pemimpin Eropa.

Selama akhir pekan, kekhawatiran akan perang dagang yang diperbarui meningkat setelah Trump mengatakan dia akan mengenakan bea tambahan 10 persen mulai 1 Februari pada barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan tentang Greenland yang tercapai.