Medali Perak dan Regenerasi, Kapten Polo Air Putra Sanjung 9 Atlet Debutan SEA Games 2025
Tim Polo Air Putra Indonesia pulang dari SEA Games 2025 Thailand dengan kepala tegak. Medali perak yang diraih menjadi bukti kerja keras skuad Merah Putih, meski persiapan yang dijalani terbilang sangat singkat. Di balik capaian tersebut, Kapten Tim Polo Air Putra Indonesia, Rezza Auditya, juga membuka kemungkinan pensiun setelah sembilan kali tampil di ajang SEA Games.
Setibanya di Tanah Air, Rezza mengaku bangga dengan hasil yang diraih tim. Ia menegaskan bahwa target yang ditetapkan sejak awal berhasil dipenuhi, meskipun sebagai atlet tentu selalu ada keinginan untuk meraih hasil lebih tinggi.
Kapten Tim Polo Air Putra itu menyebut medali perak yang diraih sudah sesuai target yang dibebankan kepada tim. Menurutnya, setiap atlet pasti ingin melampaui target, namun dengan kondisi yang ada, hasil tersebut patut disyukuri. Ia juga menilai pencapaian ini menjadi bukti bahwa tim mampu tampil kompetitif di tengah keterbatasan waktu persiapan.
“?Ya, bangga dan senang ya, karena sesuai target. Walaupun kita pasti setiap bertanding kita selalu sebagai atlet maunya melebihi target yang sudah diset di awal, tapi memang alhamdulillahnya kita masih bisa memenuhi target yang dikasih,” kata Rezza di T2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu 20 Agustus 2025.
Kapten tim polo air putra air putra, Rezza Auditya Putra
Menariknya, SEA Games 2025 menjadi edisi kesembilan bagi Rezza Auditya membela Indonesia. Pengalaman panjang itu membuatnya mulai memikirkan masa depan, termasuk kemungkinan mengakhiri karier sebagai atlet polo air.
Rezza mengaku merasa cukup karena regenerasi di tim nasional berjalan dengan sangat baik. Ia melihat para pemain muda memiliki kualitas yang menjanjikan dan siap melanjutkan estafet prestasi. Dengan pembinaan yang terus berjalan, ia optimistis dalam dua tahun ke depan tim akan tampil lebih solid, terutama karena sebagian besar pemain saat ini merupakan debutan.
?”Mungkin ya (pensiun), kita ga tau, tapi mungkin karena sudah, karena saya melihat yang juniornya juga levelnya udah bagus-bagus, jadi saya rasa sudah cukup. Dengan junior-junior juga sudah bagus, apalagi dengan pembinaan yang tadi sudah disampaikan, harusnya di 2 tahun kedepan timnya, yang sebagian besar memang debutan tim akan lebih baik lagi,” sambung Rezza.
Salah satu sorotan utama dari tim Polo Air Putra Indonesia di SEA Games 2025 adalah penampilan sembilan atlet debutan. Rezza menilai performa para pemain muda tersebut berada di luar ekspektasi, mengingat mereka menjalani persiapan hanya sekitar tiga bulan dan langsung tampil di level kompetisi tertinggi Asia Tenggara.
Menurut Rezza, para debutan mampu menunjukkan mental bertanding yang baik dan cepat beradaptasi dengan tekanan pertandingan. Ia menilai hal tersebut sebagai modal besar bagi masa depan polo air Indonesia.
Rombongan Atlet Polo Air Putra dan Putri Tiba di Bandara Soetta
“(Atlet debut) ?di luar ekspektasi sih, kalau dari saya sendiri. Yang tadi disampaikan dengan persiapan 3 bulan, cuman lumayan pendek, dan semuanya debutan pertama, 9 debutan pertama, sudah sangat di luar ekspektasi kami sih,” jelas Rezza.
Salah satu atlet debutan, Revanza Rizky Rahman, mengakui bahwa tampil di SEA Games untuk pertama kalinya sempat membuatnya merasa gugup. Namun rasa tegang itu perlahan menghilang seiring jalannya pertandingan, terutama karena dukungan dan bimbingan dari para pemain senior.
Revanza menyebut peran kapten Rezza Auditya sangat besar dalam membantunya beradaptasi. Keduanya bermain di posisi yang sama, wing kanan, sehingga komunikasi dan chemistry di dalam tim terjalin dengan baik. Ia mengaku kerap berbagi cerita dan berdiskusi dengan Rezza, baik soal teknis permainan maupun kendala di lapangan.
?”Ini first SEA Games saya, lumayan agak nervous juga ya, tapi kalau udah jalan pertandingannya, udah hilang, karena dibimbing juga sama kakak-kakak senior berempat. Jadi kita semua bersembilan (debutan) bisa jalanin pertandingannya dengan baik,” ucap Revanza.
Tim Polo Air Putra dan Putri Indonesia sendiri tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu 20 Desember 2025 sekitar pukul 15.30 WIB. Kedatangan para atlet peraih medali SEA Games 2025 disambut hangat oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Pengurus Besar Akuatik Indonesia melalui pengalungan bunga sebagai bentuk apresiasi.
Dalam penyambutan tersebut hadir Wakil Ketua Umum I PB Akuatik Indonesia Sarman Simanjorang bersama Asisten Deputi Bidang Wisata Olahraga Kemenpora Ibnu Hasan. Sarman menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas perjuangan para atlet, khususnya tim Polo Air Putra dan Putri, yang dinilainya telah menunjukkan dedikasi luar biasa.
Sarman menyoroti keberhasilan tim polo air yang mampu meraih medali dengan waktu persiapan yang sangat singkat. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan besar bagi olahraga akuatik Indonesia. Menurutnya, dengan persiapan sekitar tiga bulan, tim mampu menembus final dan bahkan mengalahkan tuan rumah, sebuah pencapaian yang layak diapresiasi.
Secara keseluruhan, cabang olahraga akuatik Indonesia menyumbangkan total 16 medali di SEA Games 2025 Thailand. Rinciannya adalah 3 medali emas, 4 perak, dan 9 perunggu. Kontribusi terbesar datang dari cabang renang dengan 11 medali, disusul renang artistik, polo air, dan loncat indah.
PB Akuatik Indonesia menilai hasil ini menjadi modal penting untuk menghadapi agenda internasional berikutnya, termasuk Asian Games tahun depan dan SEA Games 2027 di Kuala Lumpur. Harapannya, medali perak yang diraih saat ini dapat ditingkatkan menjadi emas pada edisi mendatang, seiring dengan matangnya regenerasi atlet yang sudah mulai terlihat sejak SEA Games 2025.