Aldrich Ames Meninggal Dunia: Pengkhianat CIA, Pahlawan KGB
Mantan agen CIA atau Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (AS), Aldrich Ames, meninggal dunia di penjara Maryland, AS, pada 5 Januari 2026 di usia ke-84 tahun.
Ia adalah mata-mata CIA yang berkhianat lantaran mendua alias membocorkan rahasia negaranya ke KGB, Badan Intelijen Uni Soviet/sekarang Rusia, selama lebih dari 10 tahun, seperti dikutip dari situs The Guardian, Kamis, 8 Januari 2026.
Aldrich Ames, bersama istrinya, Rosario Ames, ditangkap pada Februari 1994 dan mengaku bersalah tanpa pengadilan atas tuduhan spionase (mata-mata) dan penggelapan pajak.
Ia didakwa dengan spionase, dan istrinya didakwa dengan membantu dan mendukung aktivitasnya. Pasangan itu mengaku bersalah atas dakwaan masing-masing.
Aldrich dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat, sementara Rosario mendapat hukuman sedikit lebih dari lima tahun.
Dirinya mengakui telah memberikan informasi kepada Moskow selama hampir satu dekade, termasuk identitas agen-agen Barat di balik Tirai Besi, dan mengatakan bahwa ia dibayar US$2,5 juta (Rp42 miliar untuk kurs saat ini) oleh KGB.

Ia mengatakan bahwa motivasinya untuk menjadi mata-mata adalah karena 'masalah keuangan, baik yang mendesak maupun yang berkelanjutan'.
Meski begitu, Aldrich menyatakan 'rasa malu dan bersalah yang mendalam atas pengkhianatan terhadap kepercayaan ini, yang dilakukan dengan motif paling hina'.
Motif yang dimaksud adalah menerima uang untuk membayar utang. Namun, ia mengecilkan kerusakan yang ditimbulkannya, dengan mengatakan kepada pengadilan bahwa ia tidak percaya telah 'secara nyata merugikan Amerika Serikat atau secara nyata membantu Rusia'.
Menurut catatan sejarah kasus FBI, Aldrich Ames bekerja di divisi Uni Soviet/Eropa Timur di markas besar CIA di Langley, Virginia, AS, ketika ia pertama kali mendekati KGB.
Ia terus memberikan rahasia kepada Rusia saat ditempatkan di Roma, Italia, untuk CIA dan setelah kembali ke Washington DC.
Sementara itu, komunitas intelijen AS dengan panik mencoba mencari tahu mengapa begitu banyak agen yang ditemukan oleh Rusia.
Pada 2018, namanya kembali menjadi perhatian publik melalui buku Ben Macintyre berjudul 'The Spy and the Traitor', yang menceritakan penyelamatan seorang kolonel KGB yang bekerja untuk MI6 Inggris bernama Oleg Gordievsky dari Moskow pada 1985.
Aldrich Ames adalah 'pengkhianat' dalam judul buku tersebut karena ia membocorkan informasi penuh kepada Moskow tentang aktivitas Gordievsky.