Profil Alex Noerdin, Mantan Gubernur Sumsel yang Meninggal Dunia

Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026) dalam usia 75 tahun.
Informasi wafatnya tokoh yang pernah memimpin Sumsel selama dua periode tersebut dibenarkan oleh juru bicara keluarga, Okta Alfarisi.
"Iya benar (meninggal dunia)," ujarnya saat dikonfirmasi, dikutip dari TribunSumsel.
Sebelum tutup usia, Alex diketahui menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) sebuah rumah sakit di Jakarta. Kondisinya disebut menurun setelah menjalani operasi kantung empedu di RS Siloam Jakarta.
Profil Alex Noerdin
Alex Noerdin lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 9 September 1950.
Kariernya dimulai sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel.
Sebelum terjun lebih jauh ke dunia politik, ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang. Pengalaman birokrasi tersebut menjadi pijakan awal dalam perjalanan panjangnya di pemerintahan daerah.
Langkah politiknya mulai menonjol saat ia terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin (Muba) pada 2002. Kemenangan ini menjadi pintu masuk menuju panggung politik yang lebih luas.
Pada periode keduanya sebagai Bupati Muba (2007–2012), namanya semakin dikenal hingga akhirnya maju dalam Pemilihan Gubernur Sumsel 2008.
Ia berhasil memenangkan kontestasi tersebut dan menjabat sebagai Gubernur Sumsel periode 2008–2013, lalu kembali terpilih untuk periode 2013–2018.
Dorong Pembangunan Infrastruktur dan LRT Palembang
Selama dua periode memimpin Sumsel, Alex Noerdin dikenal luas sebagai kepala daerah yang agresif mendorong pembangunan infrastruktur.
Sejumlah proyek strategis lahir pada masa kepemimpinannya, mulai dari pengembangan jalan dan jembatan hingga fasilitas olahraga bertaraf internasional.
Salah satu yang paling menonjol adalah pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang, yang menjadi sistem transportasi massal pertama di luar Pulau Jawa.
Selain itu, ia turut mendorong percepatan pembangunan infrastruktur Trans Sumatera, termasuk jalan tol yang menghubungkan sejumlah kota besar di Pulau Sumatera.
Di sektor sosial, Alex menggulirkan program sekolah gratis pada 2009. Program berobat gratis juga menjadi bagian dari kebijakan yang ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu di Sumatera Selatan.
Palembang di bawah kepemimpinannya juga menjadi tuan rumah ajang internasional seperti SEA Games 2011, yang mendorong pembangunan kawasan olahraga terpadu.
Terjerat Kasus Masjid Sriwijaya, PDPDE, dan Pasar Cinde
Di akhir perjalanan hidupnya, nama Alex Noerdin juga lekat dengan sejumlah perkara hukum.
Pada 2022, ia terseret dalam dua kasus sekaligus, yakni dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Sriwijaya dan pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).
Dalam perkara PDPDE, ia disebut menyebabkan kerugian negara sebesar 30.194.452,79 dollar AS. Sementara pada kasus Masjid Sriwijaya, ia diduga menerima suap Rp 4,8 miliar.
Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumsel sempat menuntut hukuman 20 tahun penjara. Namun, dalam putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang pada 15 Juni 2022, majelis hakim menjatuhkan vonis 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.
Pada September 2022, Pengadilan Tinggi Palembang mengurangi hukumannya menjadi sembilan tahun penjara setelah menerima permohonan banding.
Perkara hukum belum berhenti. Pada Juli 2025, Kejati Sumsel kembali menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi Pasar Cinde Palembang.
Pada November 2025, ia dijadwalkan membacakan eksepsi di Pengadilan Tipikor Palembang. Namun sidang ditunda karena kondisi kesehatannya memburuk dan harus menjalani perawatan di RS Siloam Jakarta usai operasi kantung empedu.
Hingga akhirnya, Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumsel meninggal dunia pada Rabu (25/2/206).
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul "Profil Lengkap Alex Noerdin Eks Gubernur Sumsel Meninggal Dunia, Pelopor Sekolah Gratis di Sumsel"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang