SPBU Swasta Kembali Diperbolehkan Impor BBM, Dirjen Migas Buka Suara
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman memastikan, pihaknya telah mengizinkan SPBU swasta untuk kembali mengimpor BBM tahun ini.
Namun, saat ditemui di kantor BPH Migas pada Senin, 5 Januari 2026, Laode masih belum merinci berapa pastinya jumlah kuota impor yang diberikan atau total jumlah kenaikannya.
"(Izin impor) sudah (diberikan). (Kenaikannya) mirip lah, sama (dengan tahun 2025)," kata Laode, dikutip Selasa, 6 Januari 2026.
Gedung Kementerian ESDM
Dia menambahkan, proses impor BBM berjalan berkesinambungan dan tidak terputus di awal tahun. Laode menjelaskan, pengiriman BBM juga dilakukan secara berkelanjutan tanpa jeda.
Setelah izin impor tersebut diberikan, Laode berbagai agar pasokan BBM di SPBU swasta tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
"Harusnya sudah normal. Kan kita tidak ada menghentikan," ujarnya.
Diketahui, sebelumnya, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, sudah menjelaskan soal penentuan atas penetapan kuota BBM bagi para operator SPBU swasta di tahun 2026. Dia mengakui, saat ini sebenarnya para operator SPBU swasta sudah mengajukan kuota kebutuhan BBM untuk tahun ini.
"SPBU swasta sudah mengajukan kuota untuk 2026. Seharusnya itu sudah tahap penyelesaian di Dirjen Migas (Kementerian ESDM)," kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.
Sementara untuk penetapan kuota yang akan ditetapkan Kementerian ESDM, Yuliot mengatakan bahwa hal itu akan disesuaikan dengan angka penjualan masing-masing SPBU swasta pada tahun 2025 lalu.
"(Kuota BBM bagi SPBU Swasta) untuk tahun 2026 itu akan menyesuaikan dengan penjualan (di 2025). Kemudian juga ada asumsi kenaikan," ujar Yuliot.
Namun, Yuliot mengaku belum bisa mengungkapkan soal berapa asumsi kenaikan tersebut. Dia mengaku, pihaknya di Kementerian ESDM masih harus menunggu data kenaikan penjualan dari para operator SPBU swasta tersebut.
"Kami akan lihat terlebih dulu berapa realisasi penjualan di tahun 2025, itu kan kita belum dapat. Ini lagi dikonsolidasikan sama Dirjen Migas," ujarnya.