Impor BBM Bebani APBN, Purbaya Sebut Pertamina Malas Bangun Kilang Minyak Baru

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Komisi XI DPR
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Komisi XI DPR

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku amat menyayangkan tidak adanya pembangunan kilang minyak baru di Tanah Air, sehingga Indonesia harus bergantung pada impor BBM. Hal itu disampaikannya dalam Raker bersama Komisi XI DPR, membahas Realisasi Kompensasi dan Subsidi dalam APBN Tahun 2025.

Dia menegaskan, dengan banyaknya impor BBM yang salah satunya berasal dari Singapura, hal itu telah membuat subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah makin besar tiap tahunnya.

"BBM seperti solar, diesel, itu kita impor banyak sampai puluhan miliar dolar setahun," kata Purbaya di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 30 September 2025.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, APBN KITA edisi September 2025

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, APBN KITA edisi September 2025

"Sudah berapa tahun kita mengalami hal tersebut? Sudah puluhan tahun kan? Kita pernah bangun kilang baru enggak? Enggak pernah," ujarnya.

Karenanya, Dia pun meminta bantuan Komisi XI DPR untuk menyampaikan kepada Danantara, agar mereka mendorong Pertamina untuk membangun kilang minyak baru di Tanah Air. Sehingga, dengan itu diharapkan Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor BBM.

"Jadi nanti kalau bapak-bapak ibu-ibu (Komisi XI DPR) ketemu Danantara lagi, minta Pertamina bangun kilang baru," ujar Purbaya.

Purbaya menilai, sebenarnya Indonesia bukan tidak bisa membangun kilang minyak baru. Melainkan karena menurutnya selama ini Pertamina malas-malasan.

Bahkan saat dirinya masih bertugas di Kemenko Maritim, Purbaya mengaku ingat betul bahwa di tahun 2018 Pertamina pernah berjanji mau membangun tujuh kilang baru dalam lima tahun. Namun nyatanya sampai saat ini satupun belum juga terealisasi.

"Waktu saya di (Kemenko) Maritim tahun 2018, saya pernah tekan mereka (Pertamina) untuk bangun kilang. Mereka janji akan bangun tujuh kilang baru dalam waktu lima tahun. Sampai sekarang kan enggak ada satu pun (terealisasi)," kata Purbaya.

"Jadi bapak tolong kontrol mereka juga. Dari saya kontrol, dari bapak-bapak juga kontrol, karena kita rugi besar. Jadi kilang itu bukan kita enggak bisa bikin proyeknya, cuma Pertamina malas-malasan saja," ujarnya.