Selain Nicolas Maduro, Ini Deretan Pemimpin Negara yang Pernah Dibekuk Amerika Serikat

Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap
Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap

 Serangan senyap dan mendadak Amerika Serikat (AS) ke jantung kota Caracas, ibu kota Venezuela, pada Jumat tengah malam hingga Sabtu dini hari, 3 Januari 2025, menunjukkan betapa digdayanya kemampuan militer AS dalam merancang taktik dan menyasar target secara akurat.

Operasi yang disebut "Absolute Resolve", merupakan bagian dari operasi gabungan militer dan penegak hukum yang dirancang berlangsung cepat dan presisi, dengan target menangkap hidup-hidup Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores, atas tuduhan terorisme narkoba, perdagangan narkoba, dan kejahatan lainnya, yang ditolak keras Caracas.

Tuduhan itu berulang kali dibantah oleh Maduro, yang justru menuding Amerika Serikat berupaya menguasai cadangan minyak Venezuela, terbesar di dunia.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba di AS usai ditangkap

Penangkapan kepala negara asing oleh Amerika Serikat bukan tanpa preseden. Dalam sejarah modern, AS tercatat pernah menangkap sejumlah pemimpin negara lain dalam konteks operasi militer atau penegakan hukum lintas negara.

1. Manuel Noriega

Salah satu contohnya adalah Manuel Noriega, pemimpin militer Panama. Amerika Serikat menginvasi Panama pada 1989 dengan dalih melindungi warga AS, menegakkan demokrasi, serta memberantas korupsi dan perdagangan narkoba. Setahun sebelumnya, Noriega telah didakwa di Miami atas tuduhan penyelundupan narkoba, pola yang serupa dengan dakwaan AS terhadap Maduro.

Invasi ke Panama menjadi operasi tempur terbesar AS sejak Perang Vietnam. Noriega akhirnya ditangkap, diterbangkan ke Amerika Serikat, dan diadili. Setelah menjalani hukuman penjara di AS, ia diekstradisi ke Prancis, lalu dikembalikan ke Panama, tempat ia meninggal dunia di penjara pada 2017.

2. Saddam Hussein

Saddam Hussein

Saddam Hussein

Preseden lain terjadi pada 2003, ketika Presiden Irak Saddam Hussein ditangkap pasukan AS sembilan bulan setelah invasi ke Irak. Operasi tersebut didasarkan pada klaim intelijen bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal, yang belakangan tidak pernah ditemukan. Saddam ditangkap di dekat kampung halamannya di Tikrit, diadili oleh pengadilan Irak, dan dieksekusi pada 2006 atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

3. Juan Orlando Hernández

Kasus yang lebih baru melibatkan Juan Orlando Hernández, mantan Presiden Honduras. Ia ditangkap di kediamannya pada Februari 2022 dalam operasi gabungan agen AS dan pasukan Honduras, tak lama setelah lengser dari jabatannya. Hernández kemudian diekstradisi ke AS dan dijatuhi hukuman 45 tahun penjara atas kasus korupsi dan perdagangan narkoba.

Halaman Selanjutnya
Situasi Hernández kembali memicu kontroversi ketika Presiden AS Donald Trump memberikan pengampunan pada 1 Desember 2025. Beberapa hari setelah pembebasan itu, jaksa Honduras justru mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional terhadapnya, memperumit lanskap hukum dan politik di negaranya.
Halaman Selanjutnya