Top 5+ Game Populer yang Pernah Dilarang di Beberapa Negara, Ada yang Kontroversi Konten Dewasa!
Video game kini menjadi salah satu hiburan paling populer di dunia. Namun, tidak semua game bisa diterima di semua negara. Beberapa judul terkenal pernah dilarang karena alasan kekerasan, konten seksual, atau isu politik.
Bahkan beberapa di antaranya masih menimbulkan kontroversi hingga kini. Berikut VIVA rangkum Senin, 24 November 2025, ada lima game populer yang pernah dilarang di beberapa negara, lengkap dengan fakta dan alasannya.
ilustrasi main game
1. Grand Theft Auto (GTA) Series – Kekerasan dan Kontroversi Sosial
Seri Grand Theft Auto terkenal karena kebebasan yang ditawarkan kepada pemain, mulai dari mengendarai mobil, melakukan misi kriminal, hingga eksplorasi kota terbuka. Namun, popularitasnya juga menimbulkan kontroversi besar.
Di beberapa negara, versi terbaru GTA memiliki rating usia yang ketat dan sensor pada adegan dewasa. Meski begitu, seri ini tetap menjadi salah satu franchise terlaris di dunia.
2. Fortnite – Pelarangan di Beberapa Negara karena Kekerasan dan Gangguan Sosial
Fortnite, game battle royale populer dari Epic Games, juga menghadapi larangan di beberapa negara, meski secara luas diterima. Meskipun kontroversial, Fortnite tetap menjadi game online paling populer di kalangan remaja dan dewasa. Banyak negara kini lebih fokus pada edukasi orang tua daripada pelarangan penuh.
3. PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) – Kekerasan dan Gangguan Kesehatan
PUBG adalah pelopor genre battle royale yang sukses secara global. Sayangnya, popularitasnya menimbulkan masalah di beberapa negara. PUBG Mobile kemudian kembali hadir di India dengan versi yang sudah disesuaikan dan diberi nama Battlegrounds Mobile India (BGMI), namun isu kontroversial masih muncul di kalangan orang tua dan media.
4. Manhunt – Kekerasan Ekstrem dan Kontroversial
Game dari Rockstar ini terkenal karena tema pembunuhan dan kekerasan sadisnya. Manhunt menjadi salah satu game paling kontroversial di awal 2000-an dan sering dijadikan contoh ketika membahas efek video game terhadap perilaku sosial. Meski dilarang di beberapa negara, game ini tetap memiliki penggemar kultus.
5. The Witcher 3: Wild Hunt – Kontroversi Konten Dewasa
The Witcher Season 2.
The Witcher 3 dikenal dengan dunia fantasi yang luas dan cerita mendalam. Namun, konten dewasa di dalamnya sempat membuat beberapa negara membatasi aksesnya.
Meski sempat dilarang atau disensor, The Witcher 3 tetap mendapatkan pujian kritis dan memenangkan banyak penghargaan Game of the Year, menegaskan bahwa kualitas cerita dan gameplay tetap dihargai meski kontroversial.
Pelarangan video game biasanya terjadi karena kekerasan, konten seksual, atau isu sosial-politik. Meski begitu, banyak game tetap bisa bertahan melalui sensor, revisi, atau distribusi terbatas, dan terus menjadi favorit di kalangan penggemar.
Seri game seperti GTA, Fortnite, PUBG, Manhunt, dan The Witcher 3 membuktikan bahwa kontroversi tidak selalu menghentikan popularitas, justru sering meningkatkan rasa penasaran pemain.