Viral Stand-up Comedy Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Sindir Ahmad Dhani Soal Hak Cipta

Pandji Pragiwaksono dan Ahmad Dhani
Pandji Pragiwaksono dan Ahmad Dhani

 Nama Pandji Pragiwaksono kembali menjadi perbincangan publik setelah spesial show stand-up comedy terbarunya berjudul Mens Rea resmi tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025. 

Pertunjukan ini langsung menyita perhatian warganet karena mengusung materi politik yang dinilai berani, tajam, dan berpotensi menuai kontroversi. Di tengah antusiasme sekaligus keraguan publik, Pandji justru melontarkan pernyataan yang menyeret nama musisi Ahmad Dhani, khususnya terkait isu hak cipta lagu. Scroll lebih lanjut yuk!

Keraguan publik sebelumnya mengarah pada dugaan bahwa Netflix akan melakukan penyensoran terhadap materi Mens Rea, mengingat isi pertunjukan tersebut menyinggung isu-isu sensitif. 

Menanggapi spekulasi tersebut, Pandji memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada 26 Desember 2025. Ia dengan tegas membantah anggapan bahwa karyanya akan dipotong atau disensor oleh platform streaming global tersebut.

"Satu hal tentang Netflix, itu tidak mensensor sedikitpun, satupun materi stand-up gue," tegas Pandji Pragiwaksono di Instagram, dikutip Senin 5 Januari 2026.

Ia bahkan menyindir netizen yang meragukan hal tersebut dan menduga bahwa tayangan Mens Rea akan penuh dengan sensor saat ditayangkan di Netflix. Pandji menyebut para netizen dengan menyebut “sotoy”, menandakan keyakinannya bahwa Mens Rea akan tayang secara utuh.

Sorotan semakin menguat ketika Pandji membahas segmen musikal dalam pertunjukan tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh lagu yang dibawakan telah melalui proses perizinan yang sah.

Dalam konteks inilah nama Ahmad Dhani disebut secara terbuka oleh Pandji.

"Dan lagu-lagu yang lo lihat ada di situ, kan gue nyanyi di Mens Rea, itu udah diurus izinnya juga. Jadi Ahmad Dhani akan tenang. Semuanya udah diurusin izinnya," ujar Pandji.

Pernyataan tersebut secara tidak langsung menyentil isu royalti dan hak cipta yang selama ini kerap menjadi perhatian publik, khususnya yang melibatkan musisi senior tersebut.

Penegasan Pandji mengenai status “tanpa sensor” menjadi poin penting, mengingat Mens Rea memuat kritik politik yang eksplisit. 

Dalam pertunjukan ini, Pandji mengulas dinamika Pemilu 2024, mulai dari perubahan citra Prabowo Subianto yang kerap dijuluki “Gemoy”, kritik terhadap praktik politik dinasti yang dikaitkan dengan Presiden Joko Widodo, hingga sindiran kepada Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Ia menegaskan bahwa versi Netflix adalah versi penuh tanpa potongan.

"Nanti lo akan lihat, tidak ada yang disensor sama sekali," tambahnya.

Secara konseptual, Mens Rea diambil dari istilah hukum yang berarti “niat jahat” atau “batin yang bersalah”. Pertunjukan ini menjadi medium Pandji untuk membedah realitas sosial dan politik Indonesia dengan gaya observasi yang lugas, satir, dan berani. 

Netflix menayangkan pertunjukan ini secara uncensored dan uncut, sehingga penonton dapat menyaksikan keseluruhan gagasan Pandji tanpa kehilangan konteks.

Melalui Mens Rea, Pandji tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajak publik untuk berpikir kritis terhadap kondisi demokrasi Indonesia saat ini. 

Kritik sosial yang disampaikan dibungkus komedi cerdas, menjadikan pertunjukan ini viral sekaligus memantik diskusi luas di ruang publik.