Rusia Mulai Jual Emas Fisik untuk Biayai Perang, Cadangan Negara Kian Menipis
Rusia menjual emas fisik dari cadangan nasional untuk pertama kalinya, langkah besar yang menandai perubahan strategi dalam menopang anggaran negara di tengah perang berkepanjangan. Keputusan ini menunjukkan bagaimana Moskow semakin mengandalkan bantalan keuangan terakhirnya untuk mempertahankan pengeluaran pemerintah.
Selama ini, transaksi emas antara Kementerian Keuangan dan Bank Sentral hanya berlangsung di atas kertas. Di mana pemerintah menjual emas dari National Wealth Fund (NWF) ke Bank Sentral tanpa memindahkan batangan emas tersebut secara fisik sehingga cadangan nasional tidak berubah.
Namun kini, Bank Sentral Rusia melakukan penjualan emas fisik di pasar domestik. Mekanisme ini serupa dengan cara mereka memperdagangkan aset yuan dari dana kekayaan negara.
Bank Sentral Rusia mengonfirmasi langkah tersebut kepada media lokal Interfax pada 20 November 2025. Namun, tidak mengungkapkan waktu pasti dimulainya penjualan maupun volume emas yang sudah dilepas.
Ilustrasi Emas.
Dikutip dari United24 Media pada Minggu, 23 November 2025, sebelum invasi besar-besaran ke Ukraina, NWF menyimpan sekitar 405,7 ton emas. Sejak saat itu, Kementerian Keuangan Rusia telah melikuidasi sekitar 57 persen atau 232,6 ton untuk menopang anggaran negara. Per 1 November 2025, kepemilikan emas dalam NWF menyusut tersisa hanya 173,1 ton.
Selain emas, total aset likuid, termasuk cadangan Yuan, juga menurun drastis setelah perang dari US$113,5 menjadi US$51,6 miliar. Jika dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB) cadangan yang belum terpakai tersebut telah turun hingga empat kali lipat.
Para ekonom menilai penjualan emas fisik ini menjadi bagian dari langkah yang lebih luas, yaitu memasukkan valuta asing ke pasar domestik demi menstabilkan rubel. Analis Freedom Finance Global, Vladimir Chernov, menyebut transaksi serupa dalam bentuk yuan telah mencapai sekitar US$30 miliar sepanjang 2025 dan masih akan bertambah US$15 miliar pada 2026.
Secara keseluruhan, Rusia masih memiliki lebih dari 2.300 ton emas dalam total cadangan nasional yang menjadikannya negara dengan stok emas terbesar kelima di dunia. Namun penjualan terbaru ini menegaskan bahwa Kremlin semakin bergantung pada aset cadangan untuk menjaga perekonomian perang tetap berjalan.
Sebelumnya, pendapatan federal Rusia dari minyak dan gas merosot 27 persen secara tahunan akibat sanksi Barat, harga minyak global yang melemah, serta penguatan rubel. Kondisi ini membuat pemerintah tidak punya banyak pilihan selain memanfaatkan cadangan emas dan aset lainnya untuk menutup kekurangan anggaran.