Tanggal 5 Januari Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

tanggal 5 Januari, Tanggal 5 Januari Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Tanggal 5 Januari 2026 jatuh pada hari Senin dan diperingati dengan sejumlah momentum penting berskala nasional.

Sejumlah peringatan ini memiliki latar belakang sejarah dan makna yang berbeda, mulai dari peran perempuan dalam pertahanan negara, dan dinamika politik nasional.

Berikut rangkuman peringatan yang jatuh pada 5 Januari 2026 beserta latar belakang dan maknanya.

Apa makna peringatan Hari Korps Wanita Angkatan Laut?

Setiap tanggal 5 Januari diperingati sebagai Hari Korps Wanita Angkatan Laut atau Kowal. Pada 2026, peringatan ini merujuk pada sejarah panjang keterlibatan perempuan Indonesia dalam bidang pertahanan dan keamanan, khususnya di lingkungan TNI Angkatan Laut.

Hari Kowal ditetapkan berdasarkan peristiwa bersejarah pada 5 Januari 1963, ketika sebanyak 12 perwira perempuan pertama resmi dilantik sebagai anggota Kowal.

Pelantikan tersebut dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda TNI R.E. Martadinata di Markas Besar Angkatan Laut, Jalan Gunung Sahari 67, Jakarta.

Pembentukan Kowal sendiri berawal dari kebutuhan akan peran perempuan Indonesia dalam mendukung tugas pertahanan negara di bidang kelautan.

Keberadaan Kowal menandai babak baru partisipasi perempuan dalam struktur militer nasional.

Tugas pertama para perwira Kowal memiliki arti strategis. Sebanyak 12 perwira yang dipimpin Kolonel Laut Dra. Lousie Elisabeth Coldenhoff dikirim ke Irian Barat.

Mereka menerima perintah untuk mengibarkan bendera Merah Putih dalam upacara serah terima wilayah Irian Barat dari United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) kepada Indonesia.

Mengapa 5 Januari juga diperingati sebagai hari lahir PPP?

tanggal 5 Januari, Tanggal 5 Januari Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Selain Hari Kowal, tanggal 5 Januari juga memiliki makna penting dalam sejarah politik nasional. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

PPP didirikan pada 5 Januari 1973 sebagai hasil penggabungan empat partai politik berbasis Islam, yakni Partai Nahdlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti. Pembentukan PPP merupakan bagian dari kebijakan fusi partai politik pada era Orde Baru.

Sejumlah tokoh nasional berperan dalam pendirian partai ini, antara lain KH Idham Chalid selaku Ketua Umum PB NU, H. Mohammad Syafaat Mintaredja sebagai Ketua Umum Parmusi, Haji Anwar Tjokroaminoto dari PSII, Haji Rusli Halil dari Perti, serta Haji Mayskur sebagai Ketua Kelompok Persatuan Pembangunan di DPR.

Ketua umum pertama PPP adalah H. Mohammad Syafaat Mintaredja, SH, yang menjabat sejak 5 Januari 1973 hingga 1978.

Sejak saat itu, PPP menjadi salah satu partai politik yang konsisten berkiprah dalam dinamika demokrasi Indonesia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang