Tanggal 7 Januari Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

Tanggal 7 Januari, Tanggal 7 Januari Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

 Tanggal 7 Januari 2026 jatuh pada hari Rabu dan menjadi salah satu tanggal yang memiliki sejumlah peristiwa penting, baik dari sisi keagamaan maupun sejarah internasional.

Beberapa peringatan yang jatuh pada tanggal ini masih relevan hingga kini dan diperingati oleh berbagai negara serta komunitas dunia. Berikut rangkuman hari-hari penting yang bertepatan dengan 7 Januari 2026.

Apa makna Natal Ortodoks yang dirayakan pada 7 Januari?

Pada 7 Januari, umat Kristen Ortodoks di berbagai belahan dunia merayakan Hari Natal. Perayaan ini berbeda dengan gereja-gereja Barat yang menetapkan Natal pada 25 Desember. Perbedaan tanggal tersebut disebabkan oleh penggunaan kalender yang berbeda.

Gereja Ortodoks hingga kini masih berpegang pada kalender Julian dalam penentuan hari besar keagamaannya.

Sementara itu, sebagian besar dunia, termasuk gereja-gereja Barat, menggunakan kalender Gregorian.

Kalender Gregorian sendiri diperkenalkan oleh Paus Gregorius XIII pada Oktober 1582 sebagai penyempurnaan kalender Julian yang lebih dahulu digunakan sejak masa Kaisar Romawi Julius Caesar sekitar 44 SM.

Meski dirayakan pada tanggal berbeda, esensi Natal tetap sama. Umat Kristen Ortodoks memperingati kelahiran Yesus Kristus dengan beribadah di gereja serta menjalankan tradisi khas, seperti membakar kemenyan yang melambangkan persembahan orang Majus kepada bayi Yesus.

Mengapa Indonesia pernah keluar dari PBB pada 7 Januari?

Tanggal 7 Januari juga menyimpan catatan penting dalam sejarah diplomasi Indonesia. Pada hari ini di tahun 1965, Indonesia menyatakan keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keputusan tersebut diambil di tengah memanasnya hubungan Indonesia dan Malaysia.

Presiden Sukarno saat itu menyampaikan ketidakpuasannya terhadap PBB, terutama setelah organisasi tersebut menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Padahal, hubungan Indonesia dan Malaysia sedang berada dalam situasi konfrontasi. Sukarno bahkan sempat mengultimatum bahwa Indonesia akan keluar dari PBB apabila Malaysia diterima.

Ketika Malaysia resmi diterima sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada 7 Januari 1965, Indonesia langsung menyatakan diri keluar dari organisasi internasional tersebut.

Secara administratif, keputusan keluar itu telah disampaikan sebelumnya melalui surat Menteri Luar Negeri Subandrio tertanggal 1 Januari 1965.

Namun, kebijakan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah perubahan arah politik luar negeri Indonesia kembali menegaskan prinsip bebas aktif, Indonesia masuk kembali menjadi anggota PBB pada 28 September 1966 dan kembali aktif dalam berbagai forum internasional.

Apa yang diperingati Kamboja setiap 7 Januari?

Selain peringatan keagamaan dan sejarah Indonesia, 7 Januari juga menjadi hari penting bagi Kamboja. Negara tersebut memperingati Hari Pembebasan Kamboja, menandai jatuhnya rezim Khmer Merah pada 1979.

Rezim Khmer Merah dikenal sebagai salah satu pemerintahan paling brutal dalam sejarah modern.

Di bawah kekuasaan mereka, sekitar 1,7 juta warga Kamboja tewas akibat kerja paksa, kelaparan, dan penolakan terhadap pengobatan modern.

Pembebasan Kamboja terjadi setelah pasukan Vietnam menyerbu negara tersebut pada November 1978 untuk menghentikan genosida yang berlangsung.

Bagi Partai Rakyat Kamboja yang dipimpin Perdana Menteri Hun Sen, tanggal 7 Januari dipandang sebagai Hari Pembebasan sekaligus Hari Kemenangan.

Bahkan, hari ini sering disebut sebagai “ulang tahun kedua” bagi rakyat Kamboja karena dianggap sebagai awal kehidupan baru setelah masa kelam.

Sejarah Kamboja sendiri diwarnai konflik panjang, mulai dari pengaruh kerajaan Khmer, dominasi Thailand dan Vietnam, hingga perang saudara yang dipicu kudeta Jenderal Lon Nol.

Aliansi Norodom Sihanouk dengan Khmer Merah untuk merebut kembali kekuasaan justru membawa dampak tragis bagi rakyat Kamboja.

Dengan memahami konteks peringatan 7 Januari, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui fakta sejarah, tetapi juga mampu mengambil hikmah dari perjalanan panjang umat manusia dalam membangun perdamaian, toleransi, dan keadilan di dunia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang