Top 7+ Ide Jualan Takjil Kekinian yang Laris di Bulan Puasa

— Bulan Ramadhan selalu menjadi momentum meningkatnya usaha kuliner, terutama penjualan takjil untuk berbuka puasa.
Selain menu klasik, takjil dengan sentuhan kekinian dan nilai gizi kini semakin diminati, khususnya oleh generasi muda.
Berikut beberapa ide jualan takjil yang relatif mudah dibuat, punya daya tarik visual, dan berpotensi laris selama bulan puasa.
1. Puding susu regal
Puding susu Regal hadir dengan tampilan berlapis yang estetik dan menggugah selera.
Lapisan bening berisi biskuit Marie Regal utuh dipadukan dengan puding susu lembut serta lapisan cokelat di bagian atas.
Teksturnya creamy dengan rasa manis yang pas, sehingga cocok dijadikan menu pembuka saat berbuka puasa.
Selain rasanya yang disukai banyak orang, proses pembuatannya relatif mudah, hanya membutuhkan ketelitian saat melapisi agar puding tidak tercampur.
Puding ini bisa dijual sekitar Rp 12.000–Rp 15.000 per cup, dengan target pasar utama Gen Z dan milenial yang menyukai takjil manis dan instagramable.
2. Susu kurma dengan Oat
Susu kurma dengan oat menjadi pilihan takjil sehat dan mengenyangkan.
Minuman ini dibuat dari campuran susu murni dan kurma yang dihaluskan, lalu ditambahkan oat sebagai sumber serat.
Selain rasanya yang lembut dan manis alami, susu kurma dengan oat memberikan asupan energi yang cukup setelah seharian berpuasa, sehingga cocok bagi mereka yang ingin berbuka dengan menu ringan namun bernutrisi.
Takjil ini biasanya dijual dengan harga Rp 15.000–Rp 20.000 per botol atau cup.
3. Cendol kecebong ala Yosinoya
Cendol kecebong selalu menjadi favorit saat Ramadhan, namun versi ala Yosinoya menawarkan sensasi berbeda.
Jika cendol pada umumnya menggunakan santan, varian ini memadukan susu evaporasi dan susu UHT, lalu disiram gula aren cair.
Teksturnya lebih creamy dengan rasa manis yang seimbang.
Cendol kecebong ala Yosinoya biasanya dijual sekitar Rp 15.000 per botol, dan cocok sebagai minuman segar pelepas dahaga saat berbuka.
4. Gorengan “Premium”
Gorengan tetap menjadi primadona takjil di Indonesia.
Untuk meningkatkan nilai jual, gorengan bisa dikreasikan menjadi versi “premium”, seperti risoles isi daging asap, telur rebus, dan mayones, tahu walik aci isi adonan daging, atau bakwan jagung manis dengan jagung pipil utuh agar tampil lebih menarik.
Dengan bahan yang lebih berkualitas dan tampilan yang menggoda, gorengan jenis ini dapat dijual Rp 3.000–Rp 5.000 per buah, dan tetap diminati berbagai kalangan.
5. Kolak ubi ungu dan labu
Kolak tak selalu harus monoton.
Perpaduan ubi ungu dan labu menghadirkan warna menarik sekaligus rasa manis alami.
Ubi ungu dikenal kaya antioksidan, sementara labu mengandung serat yang baik untuk pencernaan setelah berpuasa.
Tambahan biji selasih atau kacang hijau bisa memperkaya tekstur dan cita rasa.
Kolak ini umumnya dijual Rp 10.000–Rp 15.000 per porsi, cocok untuk konsumen yang menginginkan takjil tradisional dengan sentuhan modern.
6. Puding lumut pandan
Puding lumut pandan memiliki tekstur lembut dengan tampilan hijau alami dari sari pandan.
Perpaduan santan dan pandan menghasilkan rasa gurih-manis yang khas dan menyegarkan.
Untuk variasi rasa, puding ini dapat disajikan dengan lapisan gula merah cair atau vla vanila.
Dengan harga jual Rp 5.000–Rp 8.000 per cup, puding lumut pandan menjadi pilihan takjil ekonomis tetapi tetap menarik.
7. Salad buah dengan saus Yakult
Salad buah dengan saus Yakult menawarkan kombinasi segar dan sedikit asam yang cocok untuk berbuka puasa.
Buah seperti apel, anggur, melon, dan mangga dipadukan dengan saus creamy berbasis Yakult yang juga baik untuk pencernaan.
Topping granola atau keju parut dapat menambah cita rasa.
Takjil ini biasanya dijual sekitar Rp 10.000 per cup dan diminati konsumen yang mencari menu segar dan relatif sehat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang