Bursa Asia Lesu di Perdagangan Hari Pertama 2026
Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mengumumkan negara Singa ini mencatat pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan, Ekonomi Singapura tumbuh 5,7 persen secara year on year (yoy) tahunan pada kuartal IV-2025. Lonjakan didorong oleh pertumbuhan manufaktur yang kuat dalam tiga bulan hingga Desember 2025.
Kenaikan ini lebih cepat daripada pertumbuhan yang direvisi sebesar 4,3 persen pada kuartal sebelumnya. Secara akumulatif, pertumbuhan ekonomi Singapura sepanjang tahun 2025 sebesar 4,8 persen.
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Australia, S&P/ASX 20, tergelincir saat pembukaan pasar. Indeks Hang Seng Hong Kong naik tipis menjadi 25.648 menjadi 25.630,54.
Ilustrasi pasar saham Jepang
Beberapa perdagangan bursa di kawasan Asia masih tutup karena liburan, Jepang dan Tiongkok daratan. Pasar di Korea Selatan akan buka satu jam kemudian, yaitu pukul 10 pagi waktu setempat.
Pada penutupan akhir tahun 2025, indeks acuan Korea Selatan, Kospi, ditutup naik 0,21 persen hingga cetak rekor tertinggi baru. Indeks Kosdaq melesat 1,32 persen.
Di Wall Street, indeks S&P 500 merosot 0,74 persen di hari terakhir perdagangan tahun 2025. Meski demikian, indeks S&P 500 membukukan kenaikan sebesar 16,39 persen sejak awal tahun 2025.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) kehilangan 0,63 persen. Sepanjang tahun 2025, indeks DJIA naik 12,97 persen sedikit terhambat oleh kurangnya representasi sektor teknologi.
Nasdaq Composite anjlok 0,76 persen pada Jumat, 31 Desember 2025. Indeks Nasdaq Composite mencetak pertumbuhan sebesar 20,36 persen selama tahun 2025 ditopang oleh antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI).