Tips Berkendara Menjelang Buka Puasa, Hindari Konflik dengan Bersabar
Kondisi lalu lintas menjelang waktu berbuka puasa kerap lebih padat dari biasanya. Banyak pengendara terburu-buru mengejar waktu, sehingga potensi kemacetan dan konflik di jalan meningkat.
Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, situasi tersebut menuntut pengendara motor untuk lebih menahan diri. Menurut dia, emosi dan rasa lapar sering kali membuat keputusan berkendara menjadi kurang rasional.
“Di momen seperti itu yang paling penting adalah menahan diri untuk tidak ikut terbawa suasana,” kata Agus kepada Kompas.com, Rabu (18/2/2026).
Kemacetan parah di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di area depan Halte Transjakarta Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat menjelang buka puasa pertama pada Kamis (19/2/2026)
Agus mengingatkan agar pengendara tidak terpancing untuk ngebut atau menyelip secara agresif di sela-sela kendaraan. Ia menyarankan pengendara menurunkan kecepatan dan menjaga jarak aman lebih panjang dari biasanya.
Selain itu, pengendara juga perlu mengantisipasi kendaraan lain yang tiba-tiba berpindah jalur atau berhenti mendadak. Kondisi padat membuat ruang gerak terbatas dan waktu reaksi semakin sempit.
“Turunkan kecepatan, jaga jarak aman lebih panjang dari biasanya, dan antisipasi kendaraan yang tiba-tiba berpindah jalur atau berhenti mendadak,” ujar Agus.
Ia juga menekankan pentingnya manajemen waktu agar tidak berkendara dalam kondisi terburu-buru.
“Kalau memang tidak mendesak, sebaiknya atur waktu perjalanan lebih awal agar tidak berkendara dalam kondisi terburu-buru. Ingat, lebih baik terlambat berbuka beberapa menit daripada mengambil risiko di jalan,” kata Agus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang