Bursa Asia Dibuka Fluktuatif Jelang Natal, Harga Emas dan Platinum Cetak Rekor Baru

Ilustrasi/Ornamen natal di salah satu pusat perbelanjaan
Ilustrasi/Ornamen natal di salah satu pusat perbelanjaan

Harga emas spot melampaui level US$4.500 per ons untuk pertama kalinya. Kenaikan harga logam mulia ini bersamaan saat pasar terguncang akibat melemahnya dolar AS, ketegangan geopolitik, dan pemotongan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Harga emas telah mencatatkan serangkaian rekor tertinggi sepanjang masa tahun ini. Secara akumulatif, lonjakan harga emas lebih dari 70 persen sejak awal tahun 2025.

Harga platinum ikut melesat ke level tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), yaitu lebih dari US$2.300 per ons.

Ilustrasi: emas batangan

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, menguat 0,14 persen. Sementara itu, indeks Topix dibuka datar.

Di Korea Selatan, indeks Kospi meningkat 0,2 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil merosot 0,2 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong berada di posisi 25.818 atau lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di 25.774,14. Kemudian indeks S&P/ASX 200 di Australia anjlok 0,33 persen.

Bursa Hong Kong dan Australia diperkirakan akan tutup lebih awal di malam Natal.

Di Amerika Serikat (AS), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 79,73 poin atau 0,16 persen menjadi 48.442,41. Indeks  S&P 500 melambung 0,46 persen ke posisi 6.909,79.

Nasdaq Composite melesat 0,57 persen dan ditutup pada level 23.561,84. Penguatan sejalan kenaikan saham raksasa teknologi, Nvidia dan Broadcom, yang masing-masing melesat sekitar 3 persen dan lebih dari 2 persen.