Najwa Shihab, Nicholas Saputra dan Raditya Dika Dorong Gen Z untuk Mengubah Passion Jadi Aksi yang Berdampak

Najwa Shihab, Nicholas Saputra dan Raditya Dika
Najwa Shihab, Nicholas Saputra dan Raditya Dika

 Pesan kuat dari Najwa Shihab yang disambut tepuk tangan dan ekspresi haru dari ribuan mahasiswa di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung, menutup rangkaian Generasi Campus Roadshow 2025. 

“Passion in Action ini harus berdampak, bukan cuma untuk kalian sendiri, eksperimen yang kalian lakukan hari-hari ini, jangan hanya eksperimen untuk potensi diri, tapi juga membangun empati sosial negeri ini. Negeri ini butuh tangan-tangan kalian, di berbagai bidang, dan bukan hanya emergency response sekarang,” kata Najwa Shihab dalam dialog Generasi disambut tepuk tangan meriah. 

“Sekarang kita seringkali jadi pemadam kebakaran, jadi relawan bergerak, tapi yang penting apa yang bisa kita lakukan setelah ini, menolak lupa! Melawan lupa karena kalau tidak bencana akan kembali terjadi dan kita mengalami hal yang sama. Mahasiswa, maha atas siswa yang punya privilese, yang punya kemewahan, punya ilmu, punya hati, punya tanggung jawab besar untuk memastikan negeri ini masih punya masa depan dan itu tanggung jawab ada pada kalian semua,” lanjutnya. 

Dalam suasana duka yang melanda Sumatera, sebelumnya Najwa Shihab memberikan konteks bahwa se-ingin menyerah apapun ada saudara-saudara kita yang sedang berada dalam titik nol hidup. Ia mengajak anak muda bukan hanya untuk menjadi “pemadam kebakaran” namun juga memastikan bahwa apa yang dikerjakan saat ini berdampak untuk sosial dan lingkungan.

Sementara itu, Nicholas Saputra di Graha Widya Wisuda, IPB University, Bogor membahas pentingnya ketekunan jangka panjang dalam berkarya dan menegaskan bahwa keberuntungan bukanlah hal mistis.

Ia meyakini, kesempatan sering datang tanpa aba-aba. Mereka yang terus belajar dan berani mencoba hal baru akan lebih siap menyambutnya. Bagi mahasiswa IPB, pesan ini menjadi pengingat bahwa proses yang dijalani sekarang adalah latihan untuk hal-hal besar yang menunggu di depan.

"Tapi kapan (kesempatan) itu datang kita kadang-kadang enggak pernah tau. Kita hanya mempersiapkan terus belajar, terus mempersiapkan diri, terus berkolaborasi, terus mencoba hal-hal baru, jadi ujungnya kita bertemu sesuatu sehingga ketika dikasih tawaran kita bisa menyambutnya dengan baik dan itu terus bergulung, bertambah besar dan itu bisa ke pertemuan lebih besar lagi," jelas aktor yang akrab disapa Nicho itu.

Raditya Dika memberikan pesan untuk jangan takut memulai. Ia memberi pesan sederhana dengan makna yang dalam: jangan biarkan rasa takut menghantuimu. 

Raditya Dika

“Karena ada yang lebih menakutkan dari rasa takut itu sendiri, yaitu penyesalan. Apa yang menghalangi lu untuk belajar apa yang lu suka?” tanya Radit

Setelah sukses menjangkau lebih dari 15 ribu mahasiswa di empat kota tahun lalu (Yogyakarta, Malang, Jakarta, dan Bandung) tahun ini Generasi Campus Roadshow 2025 hadir dengan skala lebih besar. Acara ini digelar di enam kota. Kota-kota tersebut adalah Surabaya (Universitas Airlangga, 26 Agustus), Surakarta (Universitas Sebelas Maret, 7 Oktober), Bogor (IPB University, 22 Oktober), Makassar (Universitas Hasanuddin, 4 November), Medan (Universitas Sumatera Utara, 19 November), dan Bandung (Institut Teknologi Bandung, 9 Desember).

Dahlia Citra, Chief of Networking Narasi mengungkapkan Generasi Campus 2025 lebih dari sekadar ajang berbagi cerita, even ini memang dirancang sebagai ruang tumbuh, tempat di mana generasi muda tak hanya diajak mengenali apa yang mereka cintai, tapi juga berani mengeksekusinya.

“Kami berharap peserta yang mengikuti rangkaian Generasi Campus 2025, bisa merasa lebih yakin untuk mulai mencoba, apapun passion mereka. Tergerak untuk mengambil langkah dan memahami susah senangnya berproses," ungkap Citra.