Pengisian Daya EV Diduga Jadi Penyebab Kebakaran di Jakarta Utara

 Pengisian daya EV dicurigai jadi penyebab kebakaran di Pejagalan, Penjaringan Jakarta Utara. Kejadian yang terjadi pada Kamis (18/12) itu menyebabkan lima orang meninggal dunia.

Dilansir Antara, api semakin besar karena di sekitar mobil ada banyak bahan mudah terbakar.

“Api diduga berasal dari pengecasan mobil listrik di halaman rumah lalu meluas membakar bangunan,” kata Gatot Sulaeman, Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu,

Ia mengatakan bahwa pemilik rumah sedang mengisi daya baterai mobil listrik dan terjadi fenomena listrik hingga menyebabkan ledakan pada mobil tersebut. Api kemudian mengenai minyak cat yang digunakan membuat aksesoris vas bunga sehingga langsung membesar.

Pengisian daya EV sebabkan kebakaran

petugas damkar terdekat dari Pos Damkar Pejagalan berangkat ke lokasi pukul 20.14 WIB lalu unit sampai di lokasi pukul 20.19 WIB. Selanjutnya melakukan proses pemadaman didukung oleh 21 unit lainnya.

Ia mengatakan, dalam proses pendingin di lokasi kebakaran terhambat karena terdapat bahan B3 berupa minyak cat, cat, biji plastik serta kertas.

Petugas Suku Dinas ((Sudin) Gulkarmat membutuhkan waktu 10 jam untuk memadamkan api yang membakar.

“Kami mulai aksi pemadaman pukul 20.20 WIB dan pemadaman baru selesai dilakukan pada Jumat pagi pukul 08.08 WIB,” katanya.

Ia mengatakan total ada 110 personel dikerahkan dengan 22 unit kendaraan damkar buat memadamkan api. Terlebih lokasi kebakaran cukup luas karena mencapai 1.680 meter persegi.

Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri untuk memadamkan api.

Diselidiki Kepolisian

Kebakaran mobil listrik Tesla Cybertruck

Kejadian ini pun akan ditangani oleh Polsek Metro Penjaringan. Mereka pun sudah memeriksa lima orang saksi untuk pendataan dan dimintai keterangan.

"Petugas masih dilakukan proses identifikasi menggunakan pengenalan ante mortem dan post mortem oleh tim identifikasi terhadap lima jasad. Semua akan dikolaborasikan dengan hasil pemeriksaan tim autopsi di RSCM," kata AKBP Agus Ady Wijaya, Kapolsek Metro Penjaringan (20/12).