Erick Thohir dan Anindya Bakrie Kompak Bangun Roadmap Akuatik Menuju Olimpiade Los Angeles 2028

Erick Thohir dan Anindya Bakrie Kompak Bangun Roadmap Akuatik
Erick Thohir dan Anindya Bakrie Kompak Bangun Roadmap Akuatik

 Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama Ketua Umum Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) Anindya Bakrie sepakat membangun roadmap pengembangan cabang olahraga akuatik menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Brisbane 2032.

Erick mengatakan, Kemenpora saat ini tengah menyusun peta jalan atau roadmap untuk 17 cabang olahraga unggulan yang berpotensi menyumbang medali di ajang internasional. Tiga di antaranya merupakan mother sport yakni akuatik, senam, dan atletik.

“Memang kita sedang membuat roadmap mengenai cabang-cabang olahraga unggulan ke depan, yang jumlahnya kurang lebih 17. Kita tahu akuatik, senam, dan atletik merupakan mother sport, yang banyak kesempatan mendapatkan medali apabila kita serius membangunnya,” ujar Erick Thohir di Kempora Jakarta, Jumat 24 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, pemerintah akan menyesuaikan dukungan anggaran berdasarkan hasil verifikasi dan kesepakatan bersama dengan federasi. Erick mengungkapkan, sekitar 70–80 persen kesepakatan antara Kemenpora dan PB Akuatik untuk SEA Games sudah tercapai.

Menurutnya, peningkatan dukungan juga terlihat dari lonjakan anggaran pembinaan yang kini naik signifikan. Erick menyebut, dana untuk mendukung para atlet naik dari Rp10 miliar menjadi Rp60 miliar, seiring bertambahnya jumlah atlet binaan dari 120 menjadi hampir 900 orang.

“Kami juga dari sisi pemerintah, dukungan anggaran meningkat signifikan, dari Rp10 miliar menjadi Rp60 miliar,” kata Erick.

Selain pembinaan dan anggaran, ia menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk memastikan cabang olahraga yang serius mendapatkan dukungan maksimal. Erick menambahkan, cabang olahraga yang tidak menunjukkan keseriusan akan dievaluasi bahkan bisa mengalami degradasi dari daftar prioritas.

“Cabor yang tidak serius akan mengalami degradasi,” tegas Menpora.

Sementara itu, Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan dukungannya terhadap langkah Kemenpora tersebut. Ia menyebut, akuatik menjadi salah satu cabang potensial karena memiliki banyak nomor lomba dan peluang medali di berbagai kejuaraan dunia.

Ketum PB Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie

Anindya juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi jangka panjang, termasuk dengan menjaring atlet-atlet muda berbakat dan mengirim mereka untuk berlatih atau bersekolah di luar negeri agar memiliki daya saing global.

“Kami menjaring perenang-perenang yang bisa disekolahkan di luar negeri karena mempunyai suatu kompetensi yang sudah terbentuk,” ujar Anindya Bakrie.

Menurut Anindya, Akuatik Indonesia menargetkan grafik peningkatan prestasi yang signifikan di Olimpiade 2028 Los Angeles dan 2032 Brisbane. Ia juga menegaskan komitmen PB Akuatik Indonesia untuk menjadikan renang sebagai salah satu ladang medali Indonesia di masa depan.

Dalam kesempatan itu, Erick juga menekankan pentingnya konsolidasi antar lembaga agar tidak terjadi tumpang tindih atau dualisme dalam kepengurusan cabang olahraga. Ia memberikan waktu tiga bulan kepada seluruh pengurus untuk menyelesaikan persoalan internal tersebut.

Selain itu, Kemenpora telah berkoordinasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar jadwal Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak bentrok dengan ajang internasional seperti Olimpiade.

Erick menegaskan, pemerintah terbuka terhadap kerja sama berbagai pihak untuk mendukung blueprint olahraga nasional, termasuk dalam pembinaan akuatik yang akan terus menjadi fokus utama menuju ajang dunia.