Anindya Bakrie Kirim Atlet Muda Akuatik ke Luar Negeri, Bidik Medali Emas SEA Games 2025
Ketua Umum Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI), Anindya Bakrie, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga akuatik nasional dengan pendekatan jangka panjang. Salah satu langkah strategis yang disiapkan yakni mengirim atlet-atlet muda potensial untuk berlatih dan bersekolah di luar negeri, sekaligus menargetkan perolehan medali emas pada ajang SEA Games 2025 Thailand yang akan digelar pada 9-20 Desember tahun ini.
Anindya menjelaskan, pengiriman atlet ke luar negeri menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan pengalaman internasional. Langkah itu diharapkan bisa membentuk generasi baru atlet akuatik Indonesia yang berdaya saing di level Asia hingga dunia.
“Kami menjaring perenang-perenang yang bisa disekolahkan di luar negeri karena mempunyai suatu kompetensi yang sudah terbentuk,” ujar Anindya Bakrie di Kemenpora, Jakarta, Jumat 24 Oktober 2025.
Menurutnya, Akuatik Indonesia menaungi sejumlah cabang olahraga seperti renang, loncat indah, renang perairan terbuka, renang indah, dan polo air. Semua cabang tersebut memiliki potensi besar menyumbang medali, baik di SEA Games maupun kejuaraan internasional lainnya.
Anindya menekankan pentingnya pembinaan berjenjang dari usia dini agar regenerasi atlet berjalan lancar. Ia menyebut, PB Akuatik Indonesia kini terus mendorong peningkatan kualitas pelatihan serta kesempatan bagi atlet muda untuk tampil di kompetisi internasional.
“Pembinaan dari usia muda juga terus ditingkatkan agar mereka bisa bersekolah dan bertanding di luar negeri,” katanya.
Saat ditanya mengenai target di SEA Games, Anindya menyatakan pihaknya masih melakukan evaluasi dan diskusi internal. Namun, ia memastikan bahwa target yang ditetapkan minimal sama dengan pencapaian sebelumnya, bahkan diharapkan bisa lebih baik.
Pada SEA Games 2023, cabang olahraga akuatik Indonesia mencatat hasil cukup positif dengan finis di posisi keempat klasemen akhir. Tim Merah Putih berhasil membawa pulang tiga medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Meski belum mampu menembus tiga besar, capaian tersebut menunjukkan peningkatan performa dibanding edisi sebelumnya.
“Tentu mengenai target akan kami diskusikan lebih lanjut. Paling tidak, targetnya sama seperti sebelumnya, dan kalau bisa lebih baik lagi,” ucapnya.
Ia menambahkan, performa atlet akuatik Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terlihat dari capaian pemecahan rekor nasional yang terjadi secara konsisten. Kondisi itu membuatnya optimistis terhadap peluang Indonesia di ajang multi-event berikutnya.
“Kami optimistis karena para atlet terus berlatih dan berhasil memecahkan rekor nasional dari waktu ke waktu. Insya Allah, performa mereka akan lebih baik,” harap Anindya.
Anindya juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang memberikan dukungan penuh terhadap roadmap akuatik nasional. Ia menilai kolaborasi antara PB Akuatik Indonesia dan Kemenpora menjadi pondasi penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga berkelanjutan menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles dan 2032 di Brisbane.
Erick Thohir dan Anindya Bakrie Kompak Bangun Roadmap Akuatik
“Selebihnya kerja sama kita dengan Kemenpora akan terus kami lanjutkan, dan kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan,” tutur Anindya.
Dengan strategi pembinaan global, regenerasi atlet muda, serta dukungan pemerintah, PB Akuatik Indonesia berharap bisa mencetak sejarah baru bagi olahraga air Tanah Air.