Mengenal Hoarding Disorder, Gangguan Mental di Mana Orang Suka Menimbun Barang
Hoarding disorder atau gangguan penimbunan adalah kondisi di mana seseorang mengumpulkan sejumlah besar barang dan menyimpannya secara berantakan.
Kondisi tersebut biasanya mengakibatkan penumpukan barang yang tidak terkendali. Bahkan barang-barang tersebut bisa saja tidak memiliki nilai sama sekali.
Ini berbeda dengan seseorang yang mengoleksi barang atau benda tertentu. Karena biasanya memiliki nilai dan disimpan dengan rapi.
Penimbunan dianggap sebagai hoarding disorder atau masalah serius ketika jumlah barang yang berserakan mengganggu aktivitas sehari-hari, menyebabkan tekanan yang signifikan, atau berdampak negatif pada kualitas hidup diri sendiri dan orang lain.
Psikolog Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, menyebut bahwa hoarding disorder termasuk kondisi kesehatan mental.
“Hoarding disorder (gangguan menimbun) bukan sekadar kebiasaan buruk atau kemalasan. Ini adalah kondisi kesehatan mental kompleks yang tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5),” kata Danti saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/12/2025).
Dia juga menjelaskan, seseorang dengan hoarding disorder tidak "memilih" untuk hidup dalam kekacauan namun justru sebenarnya terjebak dalam kecemasan.
“Mereka terjebak dalam siklus kecemasan, ketidakmampuan memproses informasi, dan keterikatan emosional yang maladaptif terhadap objek,” ujar Danti.
“Mengatakan "buang saja semuanya" kepada mereka sering kali tidak efektif dan bisa memicu trauma ulang karena tidak menyentuh akar psikologisnya,” sambungnya.
Menurut Danti, perilaku menimbun bisa saja terjadi karena adanya rasa “penderitaan” ketika harus membuang barang-barang tersebut.
“Secara psikologis, perilaku ini berakar pada ketidakmampuan yang mendalam untuk membuang barang—terlepas dari nilai aktualnya—karena adanya keinginan kuat untuk menyimpannya dan rasa penderitaan (distres) yang nyata saat harus membuangnya,” jelasnya.
Penyebab hoarding disorder
Penyebab hoarding disorder.
Alasan pasti mengapa seseorang mulai menimbun barang atau mengalami hoarding disorder belum sepenuhnya dipahami.
Namun, menurut Layanan Kesehatan Nasional UK (NHS), ada beberapa masalah kesehatan mental yang terkait dengan hoarding disorder, meliputi:
- depresi berat
- gangguan psikotik, seperti skizofrenia
- gangguan obsesif kompulsif (OCD).
Dalam beberapa kasus, penimbunan merupakan kondisi tersendiri dan sering kali dikaitkan dengan pengabaian diri, di mana mereka lebih cenderung untuk:
- tinggal sendirian
- belum menikah
- mengalami masa kecil yang kekurangan, baik karena kekurangan barang materi atau hubungan yang buruk dengan anggota keluarga lainnya.
- memiliki riwayat keluarga yang gemar menimbun barang
- dibesarkan di rumah yang berantakan dan tidak pernah belajar memprioritaskan dan memilah barang.
Hoarding disorder sulit diobati karena banyak orang yang mengalaminya sering kali tidak menganggapnya sebagai masalah.
Atau bahkan mereka kurang menyadari bagaimana hal itu memengaruhi kehidupan mereka atau kehidupan orang lain.
Sangat penting untuk mendorong seseorang yang memiliki kebiasaan menimbun barang agar mencari bantuan.
Sebab, kesulitan mereka dalam membuang barang tidak hanya dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang