Orang Kreatif Sekarang Lebih Suka Warna Tenang, Ini 5 yang Paling Populer
Memilih warna pakaian ternyata bukan sekadar soal selera. Menurut ahli psikologi warna, orang kreatif cenderung menyukai warna-warna tertentu karena dianggap membantu pikiran lebih tenang, fokus, dan mudah menemukan ide baru.
Melansir Parade (27/5/2026), pakar psikologi warna Michelle Lewis mengatakan bahwa warna memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi mental dan cara seseorang berpikir.
Ia menyebut, di tengah dunia yang semakin sibuk dan penuh distraksi, banyak orang kreatif justru memilih warna yang memberi rasa tenang.
“Dalam dunia yang penuh tekanan dan stimulasi berlebihan, ketenangan adalah bentuk kreativitas,” ujar Lewis.
Michelle Lewis merupakan ahli psikologi warna sekaligus pendiri The Color Institute dan ColorAnalysis.com. Menurut dia, pilihan warna yang disukai orang kreatif bukan sesuatu yang terjadi secara kebetulan.
Warna pakaian favorit orang kreatif
Lewis menjelaskan, orang kreatif biasanya lebih sensitif terhadap lingkungan visual di sekitarnya. Karena itu, warna pakaian maupun ruang kerja sering dipilih dengan sengaja untuk membantu suasana hati dan kreativitas.
Berikut lima warna yang disebut paling sering disukai orang kreatif.
1. Hijau
Menurut Lewis, hijau identik dengan keseimbangan dan pemulihan energi.
“Di dunia yang terasa melelahkan, hijau menjadi warna regenerasi,” katanya.
Ia mencontohkan popularitas warna hijau dalam budaya pop beberapa tahun terakhir, mulai dari nuansa hijau dalam film “Wicked” hingga warna neon pada album “BRAT” milik Charli XCX.
Hijau juga disebut membantu menciptakan rasa tenang dan stabil sehingga mendukung proses berpikir kreatif.
2. Biru bantu pikiran lebih fokus
Ilustrasi warna biru. Pilihan warna pakaian ternyata bisa mencerminkan cara seseorang berpikir dan memengaruhi kreativitas.
Lewis mengatakan warna biru memiliki hubungan kuat dengan kreativitas karena membantu pikiran menjadi lebih rileks.
Ia mengutip penelitian University of British Columbia tahun 2009 yang menemukan bahwa tugas yang dikerjakan di layar berwarna biru menghasilkan ide lebih kreatif.
“Biru membantu memperlambat sistem saraf sehingga pikiran lebih mudah memunculkan ide orisinal,” jelas Lewis.
Karena itu, warna biru sering muncul dalam desain film, fashion, maupun ruang kerja kreatif.
3. Oranye
Berbeda dari hijau dan biru yang identik dengan ketenangan, oranye dianggap membawa energi hangat dan mengundang interaksi.
“Oranye adalah warna yang dipilih orang kreatif ketika mereka ingin mengajak orang lain masuk ke dalam energinya,” kata Lewis.
Warna ini juga dinilai mampu memengaruhi suasana di sekitar, bukan hanya orang yang memakainya.
4. Ungu dan merah dianggap penuh karakter
Lewis menyebut warna ungu banyak digunakan dalam desain grafis, interior, dan fashion sepanjang 2024 hingga 2025.
Menurut dia, warna ungu sering diasosiasikan dengan sesuatu yang tidak biasa dan imajinatif.
“Ungu membawa orang masuk ke pengalaman yang lebih dalam,” ujarnya.
Sementara itu, merah dianggap sebagai warna yang berani dan penuh pernyataan.
“Orang kreatif tidak memilih merah secara pasif. Merah adalah deklarasi,” kata Lewis.
Ia menambahkan, warna merah biasanya dipilih ketika seseorang ingin tampil mencolok dan menarik perhatian.
Lingkungan tanpa warna disebut bisa hambat kreativitas
Lewis juga mengingatkan bahwa lingkungan yang terlalu monoton dan minim warna dapat memengaruhi kreativitas seseorang.
Ia mengutip penelitian dari Istanbul Technical University yang menemukan bahwa minimnya warna dapat memengaruhi kondisi emosional dan respons fisiologis manusia.
“Ketika hidup kehilangan warna, potensi kreatif manusia juga perlahan ikut terkuras,” ujar Lewis.
Karena itu, ia menyarankan orang mulai memperhatikan warna pakaian, ruang kerja, maupun lingkungan sehari-hari untuk membantu mendukung suasana hati dan proses berpikir kreatif.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang