Skema Baru Sistem Registrasi SIM per 1 Januari 2026, Gunakan Biometrik Pengenalan Wajah
Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan sistem baru registrasi kartu SIM berbasis pengenalan wajah.
Kebijakan ini ditujukan untuk menekan kejahatan digital yang memanfaatkan nomor telepon seluler sebagai sarana utama.
Dilansir dari Antara, Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir menjelaskan skema penerapan sistem tersebut kepada awak media di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Penerapan awal akan dimulai pada 1 Januari 2026 dengan mekanisme bertahap sebelum diberlakukan penuh.
Tahap Awal Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik
Marwan menyampaikan, pada tahap awal penerapan registrasi kartu SIM berbasis pengenalan wajah masih bersifat sukarela.
Pelanggan baru layanan telekomunikasi diberikan pilihan untuk tetap menggunakan sistem lama atau beralih ke sistem baru berbasis biometrik.
"Jadi per 1 Januari 2026, masyarakat punya dua pilihan, ingin pakai NIK dan KK, atau mau sukarela menggunakan biometrik. Ada dua jalur dulu, karena kita perlu sosialisasi ke masyarakat, jadi yang lama tetap berlaku, biometrik juga jalan," katanya.
"Ini hanya berlaku untuk pelanggan baru, sedangkan pelanggan lama tidak perlu registrasi lagi," ia menambahkan.
Penerapan Penuh Mulai Juli 2026
Marwan menjelaskan, sistem registrasi kartu SIM berbasis pengenalan wajah akan diberlakukan secara penuh mulai 1 Juli 2026.
Pada tahap tersebut, proses registrasi tidak lagi menggunakan data Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga seperti pada sistem sebelumnya.
Registrasi kartu SIM nantinya dilakukan melalui aplikasi yang disediakan masing-masing operator seluler.
Langkah ini diharapkan memperkuat validasi identitas pelanggan dan mengurangi penyalahgunaan nomor seluler.
Dukungan untuk Wilayah 3T dan Pengguna Ponsel Lama
ATSI menyatakan dukungan tetap disediakan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar serta pengguna ponsel model lama.
Kelompok pengguna ini mencakup pemilik feature phone yang tidak dilengkapi kamera dan tidak memiliki akses internet.
Dalam kondisi tersebut, registrasi kartu SIM dapat dilakukan melalui situs web yang tersedia di gerai operator seluler atau gerai layanan telekomunikasi.
"Kalau dia pakai smartphone bisa, karena sudah ada 4G di 3T. Tapi, kalau masyarakat yang masih pakai feature phone, dia harus datang ke gerai atau ke retail outlet yang bisa bantu dia, pakai web," katanya.
Alasan Penerapan Sistem Baru
Kementerian Komunikasi dan Digital menilai sebagian besar kejahatan siber memanfaatkan nomor seluler sebagai alat utama.
Modus yang dimaksud antara lain scam call, spoofing, smishing, serta penipuan berbasis social engineering.
Penerapan registrasi kartu SIM berbasis pengenalan wajah diharapkan dapat menekan penggunaan nomor seluler untuk aktivitas kejahatan.
Selain itu, sistem baru ini juga ditujukan membantu operator membersihkan data induk dari nomor-nomor seluler yang tidak aktif.
Hingga September 2025, jumlah pelanggan layanan seluler yang datanya telah divalidasi tercatat lebih dari 332 juta. Sementara itu, jumlah penduduk dewasa di Indonesia sekitar 220 juta.
Penguatan Keamanan Data dan Teknologi
Marwan menyampaikan bahwa operator seluler telah lebih dulu menerapkan validasi berbasis data biometrik dalam proses penggantian kartu SIM di gerai.
Operator juga menjalin perjanjian kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri terkait pemanfaatan data kependudukan yang diperpanjang setiap dua tahun.
Selain itu, operator seluler telah mendukung standardisasi sistem keamanan bersertifikasi ISO 27001.
Standardisasi liveness detection atau pendeteksian keaslian wajah juga diterapkan dengan minimal sertifikasi ISO 30107-2 guna mencegah pemalsuan identitas.
Pemilihan teknologi pengenalan wajah turut mempertimbangkan tantangan yang muncul seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan artifisial.
"Tiga tahun terakhir kebocoran data ini tidak berasal dari operator seluler karena kami selalu upgrade semua sistem hingga data center-nya. Operator sudah jalankan AI sejak 2021," kata Marwan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang