Dicap Rasis, Gelar Miss Finland Sarah Dzafce Dicabut, Runner-Up Jadi Pemenang Baru

Sarah Dzafce, Miss Finland 2025, Tara Lehtonen, Dicap Rasis, Gelar Miss Finland Sarah Dzafce Dicabut, Runner-Up Jadi Pemenang Baru, Keputusan tegas organisasi Miss Finland, Dampak terhadap reputasi, Runner-Up jadi pemenang baru, Siapa Sarah Dzafce?

  Kontroversi melanda dunia kontes kecantikan Finlandia.

Sarah Dzafce, Miss Finland 2025, dicopot gelarnya setelah unggahan di media sosialnya menimbulkan kecaman publik karena dianggap rasis.

"Gelar Miss Finlandia yang dipegang oleh Sarah Dzafce telah dicabut mulai hari ini. Keputusan ini bukan tentang nilai kemanusiaan seseorang, tetapi tentang tanggung jawab. Ketika seseorang mengemban peran representatif nasional dan internasional, tindakan dan tanggung jawab tidak dapat dipisahkan," tulis panitia Miss Findland, dikutip dari Instagram @missfinlandofficial, Selasa (16/12/2025).

Unggahan kontroversial yang memicu gelar dicabut

Dikutip dari People, unggahan yang viral itu menampilkan gestur yang ditafsirkan mengejek fitur wajah orang Asia, disertai caption yang dinilai ofensif terhadap komunitas Tionghoa dan Asia.

Reaksi publik pun cepat, dengan banyak pihak menuntut tindakan tegas terhadap pemegang gelar yang dianggap sebagai figur publik dan panutan.

Konten semacam ini dianggap tidak mencerminkan nilai inklusivitas yang dipegang oleh organisasi Miss Finland.

Melalui unggahan di Instagram pribadi, Dzafce juga meminta maaf kepada publik.

"Saya sepenuhnya memahami bahwa tindakan saya telah menimbulkan perasaan tidak enak pada banyak orang dan saya sangat menyesalinya," tulisnya.

"Saya ingin meminta maaf terutama kepada mereka yang secara pribadi terpengaruh oleh situasi ini. Itu sama sekali bukan niat saya," lanjut Dzafce.

Meskipun Sarah telah meminta maaf, organisasi penyelenggara menegaskan tindakan itu bertentangan dengan nilai-nilai mereka, terutama soal menghormati semua orang tanpa diskriminasi.

Keputusan tegas organisasi Miss Finland

Sebagai konsekuensi, gelar Miss Finland 2025 dicabut, dan posisi pemenang dialihkan kepada runner-up, Tara Lehtonen, yang kini resmi mewakili Finlandia dalam ajang internasional.

Organisasi Miss Finland menyatakan keputusan ini diambil untuk memastikan pesan positif dan inklusif tetap menjadi nilai utama kontes.

Dalam pernyataannya, pihak penyelenggara menekankan bahwa meskipun permintaan maaf telah disampaikan, tanggung jawab seorang figur publik adalah menjadi contoh bagi masyarakat, terutama dalam hal sensitivitas budaya.

Keputusan ini disebut menunjukkan bahwa tindakan ofensif di media sosial memiliki konsekuensi nyata, bahkan bagi pemenang ajang prestisius sekalipun.

Sarah Dzafce, Miss Finland 2025, Tara Lehtonen, Dicap Rasis, Gelar Miss Finland Sarah Dzafce Dicabut, Runner-Up Jadi Pemenang Baru, Keputusan tegas organisasi Miss Finland, Dampak terhadap reputasi, Runner-Up jadi pemenang baru, Siapa Sarah Dzafce?

Miss Finland 2025 Sarah Dzafce dicopot gelar karena unggahan rasis di media sosial. Runner-up Tara Lehtonen kini resmi jadi pemenang baru.

Dampak terhadap reputasi

Kontroversi ini menjadi pengingat pentingnya sensitivitas di media sosial, terutama bagi figur publik.

Gestur atau pernyataan yang menyinggung kelompok tertentu dapat berdampak luas, termasuk pada karier dan reputasi.

Meski Sarah Dzafce sudah menyampaikan permintaan maaf, citranya tetap terdampak, sementara publik dan media menyoroti pentingnya penghormatan lintas budaya.

Kejadian ini juga memicu perdebatan lebih luas tentang peran media sosial dalam membentuk opini publik dan batasan kebebasan berekspresi bagi figur yang memiliki pengaruh besar.

Runner-Up jadi pemenang baru

Dengan dicabutnya gelar Sarah Dzafce, Tara Lehtonen secara resmi diangkat menjadi Miss Finland 2025.

Organisasi berharap ke depannya ajang ini dapat lebih menekankan nilai inklusivitas, kesetaraan, dan penghormatan terhadap semua budaya.

Tara Lehtonen pun siap membawa nama Finlandia di ajang internasional, sekaligus menjadi simbol toleransi dan kesadaran sosial.

Kontroversi ini menegaskan bahwa dunia kecantikan kini tidak hanya menilai penampilan, tapi juga sikap, etika, dan tanggung jawab sosial.

Bagi publik, kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap unggahan di media sosial dapat berdampak luas, terutama jika dilakukan oleh figur publik yang memiliki pengaruh besar.

Siapa Sarah Dzafce?

Sarah Dzafce dikenal memiliki nama lengkap Sarah Anjelica Dzafce. Ia lahir dan besar di Kuopio, Finlandia.

Ia naik daun setelah dinobatkan sebagai Miss Finland 2025 pada September lalu.

Dzafce dikenal memiliki latar belakang keluarga yang multikultural, ayahnya berasal dari Kosovo dan ibunya dari Finlandia.

Dzafce pernah menekankan bahwa keturunan campurannya memberi dia perspektif yang lebih luas dalam berinteraksi dengan berbagai budaya dan latar belakang orang lain.

Sebagai pemenang Miss Finland, Dzafce berkesempatan mewakili negaranya dalam ajang Miss Universe 2025 di Thailand, meskipun ia tidak berhasil masuk ke Top 30 kontes tersebut.

Namun, beberapa bulan setelah kemenangan itu, namanya mendadak menjadi sorotan bukan karena prestasi, melainkan karena unggahan di media sosial yang memicu kritik luas karena dianggap bersifat rasis.

Akibat kontroversi tersebut, organisasi Miss Finland memutuskan mencabut gelarnya, menegaskan bahwa respek, kesetaraan, dan tanggung jawab sosial menjadi bagian penting dari peran seorang pemegang mahkota nasional.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang