Klarifikasi Asnawi soal Ban Kapten Mirip dengan yang Disampaikan Shin Tae-yong
Bek Port FC, Asnawi Mangkualam Bahar, akhirnya memberikan klarifikasi mengenai polemik ban kapten Timnas Indonesia pada laga melawan China di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Penjelasan ini ia sampaikan setelah pernyataan Exco PSSI, Arya Sinulingga, kembali memunculkan perdebatan publik.
Melalui Youtubenya, Arya menyebut bahwa seharusnya Jay Idzes yang mengenakan ban kapten pada pertandingan Oktober 2024. Kekalahan Indonesia 1–2 dari China kemudian memperkuat spekulasi adanya ketegangan internal, termasuk isu bahwa ban kapten “dicopot” dari Jay dan kembali diberikan kepada Asnawi.
Klarifikasi Asnawi Mangkualam soal ban kapten Timnas Indonesia vs China
Situasi tersebut membuat Asnawi merasa perlu meluruskan informasi karena narasi yang berkembang dinilai semakin jauh dari kondisi sebenarnya. Melalui unggahan Instagram, ia menegaskan bahwa keputusan ban kapten pada laga tersebut sepenuhnya selaras dengan kebijakan Shin Tae-yong dan jajaran pelatih.
Asnawi bahkan mengungkap bahwa dirinya sudah lama berniat menyerahkan ban kapten kepada pemain lain. Namun staf pelatih tetap menempatkannya sebagai kapten utama.
Penjelasan STY soal Struktur Kapten dan Wakil Kapten
Source : YouTube/JakPot
Keterangan Asnawi sejalan dengan pernyataan eks pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY). Pelatih asal Korea Selatan itu dengan tegas menjelaskan bagaimana struktur kapten telah ditetapkan sejak awal.
“Sebenarnya dari awal kapten Timnas Indonesia adalah Asnawi. wakilnya Jay Idzes, Jordi Amat dan Maarten Paes. Mereka bertiga wakil kapten,” ujar STY di YouTube Jekpot yang tayang pada Agustus lalu.
“Jadi kapten Asnawi dan ketiga wakil kapten ini selalu dating waktu ada rapat, diskusi atau memberi usul,” tambahnya.
Dalam beberapa pertandingan, lanjut STY, Asnawi tidak tampil sebagai starter sehingga perannya digantikan Jay Idzes.
“Tapi awalnya Asnawi nggak terpilih (awalnya bukan startet) baru terpilih (jadi pemain inti) di pertandingan itu (Indonesia vs China),” ujar STY.
“Sebenarnya waktu itu (Indonesia vs China) saya Tanya Jay, apakah dia mau jadi kapten, tapi Jay menolak, katanya kapten tim itu Asnawi, jadi berhubung Asnawi itu turun bertanding (starting) dia yang harus jadi kapten. Makanya posisi kapten dikasih ke Asnawi,” jelasnya.
“Saya bilang ke Jay ‘berhubung kamu kapten waktu Asnawi enggak tanding, sekarang mau jadi kapten lagi gak’ dia jawab enggak mau. Kapten asli itu Asnawi. “Katanya dia (Jay) mau jadi wakil kapten aja, karena kapten aslinya Asnawi, dan kami sepakat, gitu,” tandas STY.
Keterangan STY memperjelas bahwa penetapan ban kapten pada laga melawan China dilakukan atas persetujuan semua pihak, termasuk Jay Idzes sendiri.
Dalam klarifikasinya, Asnawi menjelaskan bahwa struktur kapten sebenarnya tidak rumit. Ketika ia masuk dalam daftar starter, ban kapten otomatis menjadi tanggung jawabnya. Namun, Jika tidak bermain, peran tersebut diberikan kepada wakil, yakni Jay Idzes atau pemain lain yang telah ditetapkan.
Asnawi juga membeberkan bahwa ia sempat mengusulkan agar ban kapten dialihkan ke Jordi Amat sebelum Piala Asia, namun Nova Arianto menyampaikan bahwa keputusan Shin Tae-yong tetap menempatkan dirinya sebagai pemimpin utama. Usulan serupa kepada Jay Idzes juga ia sampaikan sebelum laga kontra Australia di GBK.
Di sisi lain, Asnawi mengaku heran karena narasi yang berkembang justru seakan menyudutkan dirinya. Padahal, menurut dia, penetapan kapten sudah memiliki alur yang sangat jelas dan bisa ditanyakan langsung kepada para pemain yang terlibat dalam diskusi internal.
Ia juga mempertanyakan mengapa laga melawan China terus dibahas, sementara fokus seharusnya sudah diarahkan pada evaluasi dan perbaikan untuk pertandingan mendatang.