Kenapa Penting Mengenali Identitas Produk? Pelajaran dari Polemik Plain Packaging Rokok
Perdebatan mengenai rencana penyeragaman kemasan rokok atau plain packaging kembali mencuri perhatian. Meskipun terlihat sebagai isu regulasi, ada sisi lain yang relevan bagi kehidupan sehari-hari, khususnya terkait kebiasaan belanja dan cara konsumen mengenali produk yang mereka beli.
Di tengah diskusi ini, Ketua Umum PP FSP RTMM-SPSI, Sudarto AS, menyoroti bahwa kemasan bukan hanya sekadar tampilan luar. Ia menegaskan bahwa warna, logo, dan desain merupakan identitas dari sebuah produk. Baginya, ketika identitas visual dihapus atau diseragamkan, konsumen akan kesulitan membedakan produk legal dan ilegal.
Sudarto mengingatkan bahwa kemasan adalah bagian dari hak kekayaan intelektual (HAKI) yang melindungi identitas merek.
“Kemasan, warna, dan logo bukan sekadar tampilan, tapi bagian dari identitas merek dan hak kekayaan intelektual perusahaan. Rokok adalah produk legal, dan kami adalah tenaga kerja legal,” kata Sudarto dalam keterangan resminya, Jumat 5 Desember 2025.
Dari pernyataan tersebut, ada pelajaran penting bagi konsumen, mengenali identitas produk itu krusial. Di banyak kategori produk, bukan hanya rokok, desain kemasan sering menjadi acuan utama untuk memastikan keaslian barang. Ketika kemasan dibuat seragam, konsumen bisa lebih mudah tertipu oleh produk yang tidak resmi.
Sudarto juga menilai kebijakan plain packaging bisa memperburuk peredaran produk ilegal. Dengan desain seragam, pelaku pemalsuan dapat lebih bebas membuat kemasan tanpa perlu meniru detail visual yang biasanya sulit ditiru. Hal ini membuat konsumen perlu lebih berhati-hati saat memilih barang, terutama yang rawan dipalsukan.
Selain itu, ia menilai kebijakan kemasan seragam dapat berdampak pada keberlanjutan industri dan para pekerja di sektor tersebut. Meski isu ini lebih berkaitan dengan dunia usaha, dampaknya tetap akan dirasakan konsumen jika peredaran produk ilegal meningkat atau harga produk berubah akibat kondisi pasar yang tidak stabil.
Sudarto juga menekankan perlunya dialog terbuka sebelum kebijakan semacam ini diterapkan. Ia berharap pemerintah lebih mendengarkan masukan dari para pemangku kepentingan.
“Harapannya niat baiknya ini ditunjukkan melalui sikap Kemenkes yang konkret ingin mendengarkan masukan dari seluruh pemangku kepentingan,” sebut Sudarto.
Bagi konsumen, polemik ini memberikan refleksi bahwa informasi pada kemasan dan identitas visual produk punya peran penting dalam keputusan belanja sehari-hari. Kebiasaan mengenali logo, warna khas, hingga elemen desain tertentu bukan hanya soal preferensi, tetapi juga langkah awal mencegah diri dari membeli produk ilegal atau palsu.