Target Meningkat, RANS Simba Bogor Ancang-Ancang Guncang IBL 2026

RANS Simba Bogor
RANS Simba Bogor

 RANS Simba Bogor datang ke IBL 2026 dengan satu misi yakni naik level. Setelah musim lalu bikin kejutan besar dengan tembus semifinal, tim milik Raffi Ahmad itu kini memasang target lebih berani ketika liga mulai bergulir pada 10 Januari mendatang.

Musim 2025 menjadi tonggak penting untuk Rans. Surliyadin cs tampil gila di musim reguler dengan catatan 20 kemenangan dan hanya 6 kali kalah, menutup kompetisi di posisi tiga besar.

Kiprah itu berlanjut ke playoff sebelum akhirnya dihentikan sang juara, Dewa United, di babak semifinal lewat duel ketat 1-2.

Masuk 2026, perubahan pun digas. Di kursi pelatih, Rans tak lagi dinakhodai Anthony Garbelotto. Posisi itu kini ditempati Brian Rowsom, sosok yang pernah membawa CLS Knights tampil moncer.

Perombakan juga terjadi di lini pemain. Rans mendatangkan tiga amunisi lokal: Habib Titoaji, Reggie William Mononimbar, dan Fisyaful Amir. Dua pilar asing yang musim lalu sangat dominan, KJ Buffen dan Aaron Fuller, dipertahankan.

Raffi Ahmad pun tak sungkan memasang harapan tinggi. “Tahun kemarin kita masuk semifinal. Tahun ini target tetap semifinal, tapi mudah-mudahan kepeleset jadi juara,” ujar Raffi dalam peluncuran tim di Bogor.

Namun Rans harus berpisah terlebih dahulu dengan pemain naturalisasi, Devon van Oostrum, setelah regulasi baru IBL menyamakan status naturalisasi dengan pemain asing—membuat slot pemain impor jadi penuh.

“Ada regulasi yang bikin kita harus berpisah. Tapi hubungan kami tetap baik. Devon sudah jadi simbol Rans,” kata Raffi.

Meski begitu, Raffi memberi sinyal kuat bahwa Devon bisa balik di tengah musim untuk mengisi slot asing kedua. Untuk saat ini, satu pemain asing lain memang belum diumumkan.

Kejutan lain datang dari sektor manajemen. Dito Ariotedjo kembali aktif mengurus klub setelah beberapa musim cuti karena menjabat Menpora.

“Saya dua sampai tiga tahun off. Alhamdulillah sekarang kembali. Dari awal kami prediksi bisa semifinal di tahun kelima. Tapi Allah kasih lebih cepat, tahun keempat sudah semifinal,” ujar Dito.

Para pemain juga menyambut positif hadirnya Brian Rowsom. Fisyaful Amir, salah satu rekrutan anyar, langsung merasa klik dengan atmosfer tim.

“Coach baru datang dan kami sudah latihan dua hari. Semua senang, kami siap berjuang lagi dengan target minimal semifinal,” ujar Fisyaful.

Eks pemain Hangtuah itu juga mengaku terpikat keseriusan Raffi dan Gading Marten dalam membangun klub.

“Setiap musim prestasinya meningkat. Fasilitas lengkap juga jadi alasan saya gabung. Saya siap menghadapi target yang dipasang,” tegasnya.

Dengan komposisi baru, dukungan manajemen yang solid, dan ambisi besar dari Raffi Ahmad, RANS Simba Bogor benar-benar datang ke IBL 2026 dengan satu pesan: siap bikin kejutan lagi.