Geram! Dedi Mulyadi Sebut Banyak Oknum Pengusaha 'Tampil Buruk' Demi Hindari Pajak
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti perilaku oknum pelaku usaha yang kerap menghindari diri dari kewajiban membayar pajak.
Salah satunya, kata dia dengan cara berpura-pura menampilkan lapaknya secara buruk. Padahal, aset yang dimiliki sangat banyak dan bernilai fantastis.
“Banyak pedagang yang ingin menghindari pajak dengan berpura-pura memiliki lapak yang jelek, padahal rumah atau aset keluarganya sangat mewah. Saya sering menemukan kasus seperti itu,” kata Dedi Mulyadi di Sumedang, seperti dilansir dari ANTARA, Rabu, 3 Desember 2025.
Dedi Mulyadi menuturkan, praktik serupa juga kerap terlihat pada para pedagang yang sebenarnya memiliki pendapatan besar. Namun, mereka tetap memanfaatkan fasilitas untuk kalangan usaha kecil.
Misalnya, kata dia, pedagang besar yang masih menggunakan LPG 3 kilogram. Padahal, omzet maupun keuntungan yang diperoleh sangat besar.
“Ada pedagang besar yang menjual bakso seharga Rp25 ribu per porsi, tetapi masih memakai LPG (Liquefied Petroleum Gas) 3 kilogram untuk produksi. Padahal dengan harga Rp25 ribu, keuntungan per porsi bisa mencapai Rp15 ribu,” tutur dia.
Dedi menjelaskan, hal tersebut ia ketahui berdasarkan pengalamannya saat membina para pedagang.
Dia menyadari sebagian pelaku usaha kerap memanfaatkan celah untuk meraih fasilitas yang sebenarnya tak lagi sepadan dengan skala usahanya.
Lebih lanjut, Dedi meyakini jika perkembangan industri hanya dapat bergerak ke arah yang lebih dewasa ketika para pelaku usaha bertanggung jawab dan transparan dalam memahami realitas di lapangan sesuai porsi.
"Saya meyakini industri akan berkembang baik bila kita tidak mendramatisasi persoalan, namun realitas beberapa di antara kita banyak yang mendramatisasi hal-hal sederhana dan merasa dirinya tidak mampu, padahal ia mampu," ungkap dia.
Kepatuhan fiskal dan tanggung jawab pelaku usaha dinilai menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang terus menguat sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.