Mengingat Kembali Cara Erick Thohir Rekrut Patrick Kluivert: Interview di Hari Natal untuk Tes Komitmen
Apes benar nasib Timnas Indonesia. Sudah gagal lolos ke Piala Dunia 2026, tak punya pelatih kemudian absen di FIFA Matchday November 2025.
PSSI telah memutus kerja sama dengan Patrick Kluivert dan jajarannya. Itu karena juru taktik asal Belanda itu gagal memenuhi target meloloskan Indonesia ke panggsung sepakbola terbesar di bumi.
Di Timnas Indonesia, Kluivert hanya bertahan sekitar 12 bulan. "Setelah melalui diskusi yang terbuka dan penuh rasa saling menghormati, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini," bunyi pernyataan resmi PSSI.
Kluivert mengarungi delapan laga bersama Skuad Garuda. Hasilnya tiga kali menang, sekali imbang, dan empat kali kalah.
Kekalahan tersebut begitu krusial, karena kalah di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dua kali beruntun dari Arab Saudi dan Irak. Kekalahan yang mengubur asa Indonesia ke Piala Dunia.
Proses Perekrutan Kluivert Dilakukan Individu tanpa Persetujuan Exco?
Jika mengingat kembali pernyataan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Kluivert berhasil mencuri hati sang ketua Federasi karena menjadi satu-satunya pelatih yang mau datang interview saat hari Natal.
Erick Thohir menjelaskan alasan mengapa dirinya memilih tanggal 25 Desember 2024 sebagai momen untuk mewawancarai calon pelatih Timnas Indonesia.
Ia menekankan bukannya tidak menghormati hari besar, namun ia ingin melihat komitmen dan keseriusan pelatih tersebut.
"Saya bahkan tawarkan pada 25 Desember 2024, di Hari Natal, bukan tidak menghormati hari besar, tetapi untuk mengetes komitmen. Dari tiga pelatih, ada satu yang datang. Itu yang saya lihat poinnya lebih," tutur Erick Thohir, Januari 2025 lalu.
Patrick Kluivert menceritakan proses rekrutmen dirinya menjadi pelatih Timnas Indonesia. Kluivert mengaku sudah lama cukup lama berkontak dengan Ketum PSSI Erick Thohir
"Izinkan saya cerita soal penunjukan saya sebagai coach. Saya sudah lama berkontak dan kenal dengan Erick Thohir. Dari dulu kalau ketemu kami membahas sepakbola, tapi tidak pernah ada omongan soal jadi pelatih Timnas," dia mengungkapkan.
"Dalam beberapa minggu terakhir, baru ada pembicaraan soal ketersediaan saya sebagai pelatih. Lalu negosiasi untuk tanda tangan kontrak, tidak berlangsung lama. Jadi itu yang ingin saya klarifikasi," Kluivert melanjutkan.
PSSI Pakai Cara Lama Cari Pengganti
Wakil Ketua PSSI, Zainudin Amali, menegaskan bahwa penentuan pelatih baru Timnas Indonesia bukan keputusan individu, melainkan harus disahkan penuh oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Badan tertinggi federasi itu berisi 15 orang, mulai dari Ketua, dua Wakil Ketua, hingga 13 anggota Exco.
Amali mengatakan, proses sudah berjalan. PSSI telah mengutus Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, untuk terbang ke Eropa dalam waktu dekat.
Ia hampir pasti ditemani Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. Misi mereka jelas: melakukan wawancara dengan lima kandidat pelatih yang masuk daftar pendek.
“Prosesnya harus benar, sesuai ketentuan yang diputuskan Exco. Tidak boleh keputusan perorangan. Itu yang saya inginkan,” tegas Amali dalam kanal YouTube Kompas TV Jawa Barat.
Setelah Sumardji merampungkan tugasnya di Eropa, PSSI membuka peluang memanggil para calon pelatih ke Jakarta untuk tahap final. Meski begitu, Amali menyebut semua opsi masih terbuka.
“Nanti kalau sudah ada nominasi dari Pak Sumardji, Exco bisa saja memanggil calon itu ke Indonesia untuk wawancara. Atau lewat Zoom, semua cara bisa kami lakukan,” ujarnya.