Pecah Banget! Rich Brian Mulai Konser Tur Dunia 'Where Is My Head?' di Jakarta

Rich Brian Where Is My Head? Tour
Rich Brian Where Is My Head? Tour

 Rich Brian akhirnya kembali ke panggung Tanah Air. Setelah namanya berhasil dikenal di kancah musik internasional lewat karya-karyanya, rapper asal Indonesia tersebut menggelar tur konser dunia pertamanya.

Konser bertajuk 'Rich Brian Where Is My Head? Tour' ini berlangsung pada Sabtu 29 November 2025 di Beach City International Stadium, sebagai bagian pembuka dari tur global terbarunya. Scroll lebih lanjut yuk!

Dalam konser pertamanya ini, Rich Brian tak lupa memperkenalkan dirinya yang merupakan seorang penyanyi asal Jakarta, Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa bangganya Rich Brian dengan identitasnya sebagai orang Indonesia.

"Namaku Rich Brian, aku dari Jakarta, Indonesia," kata Rich Brian dalam konser 'Rich Brian Where Is My Head? Tour' di Jakarta, Sabtu 29 November 2025.

Konser Rich Brian yang dipromotori oleh ALOKA ini dibuka dengan penampilan spesial dari Weird Genius dan Poris. Di malam yang spesial ini, pemilik nama asli Brian imanuel tersebut membawakan sejumlah lagu populernya seperti Body High, Took a Breath, Slow Down Turbo, See Me, Cold, hingga Oh Well, dan banyak lainnya. 

"Aku mau mengucapkan selamat datang di Where Is My Head? Tour. Aku baru saja merilis album dengan judul Where Is My Head," terang Rich Brian. 

Sebagai informasi, Rich Brian merilis album terbarunya yang paling personal dan sepenuhnya digarap sesuai arah kreatifnya sendiri “WHERE IS MY HEAD?” melalui 88rising.

Album ini menjadi rilisan penuh pertamanya sejak 2019, sebuah karya yang jujur, reflektif dan penuh emosi sebagai cerminan perjalanan pendewasaan Brian dan evolusi kreatif selama enam tahun terakhir.

Ditulis dan sebagian besar diproduseri sendiri, “WHERE IS MY HEAD?” merefleksikan keinginan Brian yang semakin kuat untuk mengambil kendali penuh atas arah artistiknya dan menciptakan karya yang lebih jujur secara emosional. Album ini mengeksplorasi tema-tema seperti patah hati dan pemulihan, ambisi dan keterasingan, memori dan pencarian jati diri.

Melalui 15 lagu dalam album ini, termasuk kolaborasi dengan Toro y Moi di “Body High,” Charlotte Day Wilson & DAISY WORLD di “Is It?,” serta redveil di “Bumpy Road,” Brian membuka sisi paling rentan dari dirinya, dari patah hati yang menyakitkan, rasa bersalah karena melewatkan momen penting bersama keluarga, hingga pergulatannya dalam menemukan identitas di tengah benturan budaya dan ekspektasi.

Secara konsep, “WHERE IS MY HEAD?”  memperkenalkan dua sosok dalam diri Brian, yaitu sebagai Maestro, konduktor yang menciptakan musik untuk mimpi  dan Movie Brian, tokoh yang hidup tanpa sadar di dunia yang sepenuhnya diciptakan oleh Maestro. Narasi surealis dan simbolis ini dikembangkan melalui serangkaian video musik dan visualizer yang semuanya disutradarai oleh Hogan, memberikan pengalaman yang imersif dan emosional bagi pendengar.

Lewat “WHERE IS MY HEAD?”, Rich Brian mendefinisikan ulang arti sukses versi dirinya sendiri. Dari penggunaan synth analog hingga vokal yang lebih jujur dan terbuka, album ini memperlihatkan sisi paling rentan dan dewasa dalam perjalanan kariernya, sekaligus memperkuat ikatan dengan basis penggemarnya yang terus tumbuh di seluruh dunia.