Pemerintah Aceh Akan Kirim Bantuan Lewat Laut ke Daerah yang Masih Terisolir
Pemerintah Aceh menyatakan akan mengirim bantuan tanggap darurat melalui jalur laut pada Minggu pagi (30/11/2025).
Upaya ini akan dilakukan untuk menjangkau kabupaten/kota yang belum bisa diakses lewat jalur darat akibat banjir dan longsor di beberapa wilayah.
Distribusi bantuan juga dilakukan lewat jalur udara untuk menjangkau masyarakat yang masih terisolasi.
Upaya evakuasi terus dilakukan hingga warga terdampak berada di lokasi aman.
Pemerintah menegaskan penanganan bencana berjalan paralel dengan pendataan kebutuhan dan kerusakan.
Bantuan Lewat Laut Dikirim ke Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa
Dilansir dari Antara, Ketua Tim Penanggulangan Bencana Aceh, M Nasir yang juga Sekda Aceh di Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025) mengungkap rencana pengiriman bantuan kepada korban bencana.
"Bantuan yang akan kita kirimkan ini berasal dari BPBA, Dinsos, dan bantuan yang ada di Lanud Sultan Iskandar Muda," kata M Nasir.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada awak media terkait perkembangan terkini kondisi banjir yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh.
Ia menjelaskan malam ini tim telah memuat bantuan logistik yang akan dikirim dengan menggunakan kapal cepat expres bahari menuju Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa.
Bantuan logistik tersebut akan bersandar lewat dua pelabuhan yakni Krueng Geukueh dan Kuala Langsa.
"Artinya kita terus berupaya melakukan penanganan bencana seraya melakukan pendataan secara menyeluruh mencakup semua aspek," katanya.
Pendataan meliputi kebutuhan masyarakat serta kerusakan sarana, prasarana, dan rumah warga.
Bantuan untuk Daerah yang Aksesnya Terputus Dikirim Lewat Udara
Selain jalur laut, Pemerintah Aceh bersama TNI menyalurkan bantuan melalui jalur udara untuk menjangkau daerah yang masih terputus aksesnya.
Ia mengatakan data kerusakan dan jumlah warga yang dievakuasi akan memudahkan konsentrasi logistik agar distribusi lebih cepat dan tepat sasaran.
Foto udara jembatan Kuta Blang yang putus akibat diterjang banjir di jalan lintas Nasional Banda Aceh - Sumut di Desa Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Sabtu (29/11/2025). Jembatan Kuta Blang yang merupakan akses utama jalan lintas Sumatra (Jalinsum) putus total sejak Kamis (27/11) yang lalu, sehingga tidak bisa di lalui kendaraan roda dua maupun roda empat. ANTARA FOTO/Abiyyu/Lmo/bar
Evakuasi Warga Terus Dilakukan
Pemerintah Aceh memastikan proses evakuasi masyarakat yang terisolasi akibat banjir dan tanah longsor akan berlanjut hingga seluruh warga berada dalam kondisi aman.
“Saat ini kita bersama Basarnas, BNPB, TNI dan Polri telah mengevakuasi 90 persen korban banjir dan mereka seluruhnya berada di tempat aman," kata M Nasir di Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025) malam.
Evakuasi korban banjir yang terisolir di Pidie Jaya disebut telah mencapai 90 persen dan menyisakan 10 persen yang akan segera diselesaikan.
Menurut dia, evakuasi bersama tim gabungan akan berlanjut ke Kabupaten Aceh Utara dan daerah lainnya yang masih terisolasi.
"Artinya, tim gabungan akan terus bergerak hingga Aceh Tamiang guna mengevakuasi masyarakat yang masih terisolir banjir," kata M Nasir yang juga Sekda Aceh.
Evakuasi dilakukan untuk memberi rasa aman kepada warga dan memudahkan pemantauan serta pendistribusian bantuan.
Data Sementara Dampak Bencana Banjir dan Longsor di Aceh
Data sementara dari Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor 2025 Provinsi Aceh mencatat sebanyak 87.550 kepala keluarga terdampak dan 52.162 kepala keluarga mengungsi di 184 titik.
Musibah tersebut juga menelan korban jiwa dengan data sementara 70 orang meninggal dunia.
Ia menambahkan data tersebut kemungkinan bertambah mengingat jalur komunikasi masih terputus dengan sejumlah wilayah banjir di Provinsi Aceh.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang