Tulola x Bakti BCA Rilis Perhiasan Baru, Gandeng Maestro Perak Desa Taro Bali
Brand perhiasan lokal Tulola kembali menghadirkan karya baru lewat koleksi bertajuk Reflection of Lights yang diluncurkan bersama Bakti BCA.
Kolaborasi ini menggandeng para maestro pengrajin perak di Desa Taro, Bali, sebuah desa yang sudah lama dikenal sebagai pusat kerajinan perak berkualitas tinggi.
Lewat kolaborasi ini, Tulola tak hanya memperkenalkan motif baru, tetapi juga mengangkat warisan budaya Desa Taro ke panggung yang lebih luas.
Mengapa Tulola memilih maestro dari Desa Taro, Bali?
Koleksi Reflection of Lights karya TULOLA x Bakti BCA dalam Press Conference TULOLA: Reflection of Lights di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).
Co-Founder dan Creative Conceptor Tulola, Happy Salma menuturkan, kolaborasi ini berangkat dari kekaguman mereka terhadap para maestro perhiasan di Desa Taro.
Menurutnya, teknik kerajinan di desa tersebut memiliki kekhasan tersendiri yang berbeda dari praktik para perajin Tulola.
“Di Desa Taro itu banyak sekali maestro-maestro perhiasan dan kami pun belajar dari tekniknya mereka yang berbeda dengan apa yang dikerjakan oleh para pengrajin di Tulola,” ujar Happy dalam acara Press Conference TULOLA: Reflection of Lights di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).
Ia melanjutkan, pertemuan dengan para perajin di Taro membuka kesempatan bagi Tulola untuk mempelajari beragam motif baru.
“Kami senang sekali bertemu dengan para pengrajin di sana serta bisa belajar motif-motif baru yang ada di Desa Taro, dan dituangkan menjadi beberapa perhiasan,” katanya.
Adapun beberapa motif khas yang diadaptasi dalam koleksi ini antara lain Mandala, Patra Bali, Sampian, dan Karang Daun.
Seluruhnya dipilih karena memiliki akar budaya yang kuat dan merefleksikan identitas Desa Taro.
Menghidupkan budaya lewat perhiasan
Koleksi Reflection of Lights karya TULOLA x Bakti BCA dalam Press Conference TULOLA: Reflection of Lights di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).
Happy mengatakan, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan komersial, tetapi juga untuk menghidupkan budaya Indonesia melalui medium perhiasan.
Menurutnya, cara paling efektif untuk memperkenalkan budaya adalah dengan membuatnya dipakai secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Kita enggak harus mendengungkan bahwa ini milik Indonesia, tapi ketika dipakai terus, maka publik tahu bahwa ini punya Indonesia. Itulah mengapa kami sangat bersemangat dengan kolaborasi ini,” jelasnya.
Koleksi Reflection of Lights terdiri dari enam koleksi utama. Selain itu, berbagai karya pengrajin Desa Taro turut diboyong ke acara peluncuran agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Happy juga menekankan bahwa bahan yang digunakan bukanlah kuningan, melainkan silver (perak) murni yang dilapisi tiga mikro emas.
Apa dampak ekonomi bagi Desa Taro?
(Kiri ke kanan) EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dan Co-Founder and Creative Conceptor TULOLA Happy Salma dalam Press Conference TULOLA: Reflection of Lights di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).
Dari sisi pemberdayaan, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyebut kolaborasi ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Desa Taro.
Ia menilai tidak ada batasan dalam bekerja sama antara pelaku industri dan perajin lokal karena keduanya bisa tumbuh bersama.
“Menurut saya tidak ada yang tabu dalam berbisnis dengan teman-teman pengrajin, karena kita bisa bertumbuh bersama,” kata Hera.
Hera juga menekankan, pelestarian heritage (warisan) oleh para maestro perak harus berdampak pada pemberdayaan ekonomi desa.
“Upaya pelestarian heritage oleh para maestro itu juga tidak hanya berhenti sampai filosofis saja, tetapi juga bisa berlanjut pada pemberdayaan ekonomi desa setempat,” jelasnya.
Menurut data yang dihimpun, hasil dari kerja sama antara Bakti BCA dengan Desa Taro meningkat signifikan terhadap pendapatan pengrajin di desa tersebut.
“Hal ini terbukti dari Desa Taro, kami juga mengumpulkan data sejak bekerja sama salah satunya dengan Tulola, itu mengalami peningkatan sekitar dua kali lipat dari pendapatan mereka sebelumnya,” ujar Hera.
Ia menambahkan, pencapaian tersebut menjadi harapan untuk terus menghidupi warisan budaya dan membedayakan masyarakat setempat.
“Kabar ini membuat kami sangat berbahagia, karena kami tahu ini adalah hasil tangan-tangan istimewa dari para pengrajin perhiasan di Desa Taro,” katanya.
Promo khusus dan lokasi acara
Koleksi Reflection of Lights karya TULOLA x Bakti BCA dalam Press Conference TULOLA: Reflection of Lights di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).
Sebagai bagian dari peluncuran, Tulola dan BCA memberikan promo khusus selama dua hari, yaitu dari Jumat (28/11/2025) sampai Sabtu (29/11/2025).
Pengunjung dapat memperoleh potongan harga hingga 20 persen ditambah tambahan lima persen untuk transaksi menggunakan kartu kredit BCA. Selain itu, tersedia pula opsi cicilan nol persen.
Acara peluncuran ini digelar di Presidential Suite The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, menampilkan langsung berbagai karya maestro Desa Taro yang dikurasi bersama koleksi terbaru Tulola lainnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang