Bung Harpa Sebut Erick Thohir Siap Mundur Jika Keputusan Ganti STY dengan Kluivert Gagal Total: Kalau Perlu Dipecat!

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir

 Pengamat sepak bola Haris Pardede atau Bung Harpa mengungkap cerita di balik pemecatan Shin Tae-yong (STY) pada Januari 2025. Ia menyebut ada peringatan keras dari Presiden Prabowo Subianto kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelum keputusan besar itu diambil.

“Satu yang mesti gua kasih tahu di sini, mungkin belum ada di mana-mana, ini eksklusif. Istilahnya ET ngasih tahu ke Presiden, waktu pemecatan Shin Tae-yong yang diganti Kluivert,” ujar Harpa.

“Dan Presiden (Prabowo) mengingatkan ‘Ini bahaya loh. Kalau sampai gagal Anda bisa dihabisi’,” kata Harpa menirukan ucapan Prabowo.

pengamat sepakbola Haris Pardede atau bung Harpa

Harpa melanjutkan, Erick saat itu menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh. Bahkan, ia disebut siap lengser dari posisinya sebagai Ketua Umum PSSI bila keputusannya berujung kegagalan.

“Menurut cerita dari sumber yang sangat kredibel, bapak ET bilang ‘Siap pak, kalau perlu saya dipecat’ katanya begitu,” tutur Harpa.

Lebih jauh, Harpa menjelaskan bahwa teguran Prabowo muncul karena Erick tidak melibatkan 15 anggota Exco dalam proses pemecatan STY. Hal serupa juga terjadi saat Erick menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.

Kini, keputusan Erick mengganti STY dengan Kluivert ternyata menemui kebuntuan.

Perjalanan Timnas Indonesia bersama Kluivert berjalan jauh dari harapan. Pelatih asal Belanda itu gagal membawa skuad Garuda melaju ke Piala Dunia 2026 setelah mengalami dua kekalahan di putaran keempat kualifikasi.

Pada akhirnya, PSSI resmi memberhentikan Kluivert dan stafnya pada 16 Oktober 2025.