Kemenpora Gandeng Kejagung Awasi Anggaran Olahraga, Erick Thohir: Banyak Program Strategis yang Harus Dijaga
Dalam sambutannya, Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada Jaksa Agung beserta jajaran atas komitmen memperkuat sinergi kelembagaan di sektor pemuda dan olahraga. Ia menuturkan bahwa kedatangan Burhanuddin ke Kemenpora menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan karakter bangsa serta konsistensi olahraga Indonesia dalam mengibarkan Merah Putih dan menjadi duta bangsa.
Menpora menuturkan bahwa sebelum penandatanganan, dirinya telah berdiskusi langsung dengan Jaksa Agung mengenai sejumlah program strategis sesuai visi dan misi Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa berbagai program besar yang dipercayakan kepada Kemenpora perlu dijaga, diawasi, dan mendapatkan pendampingan hukum.
Erick mengatakan tanggung jawab Kemenpora semakin berat karena Presiden Prabowo telah menyerahkan banyak agenda penting terkait kepemudaan dan keolahragaan. Ia meminta dukungan penuh agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan tolok ukur keberhasilannya jelas.
“Saya minta pendampingan supaya bagaimana tugas dari Pak Presiden yang sangat berat ini bisa terlaksana dengan baik. Tolok ukurnya juga harus jelas,” ungkap Menpora Erick Thohir, Senin 24 November 2025 dikutip dari keterangan resminya.
Ia menjelaskan bahwa kini terdapat perbedaan kebutuhan teknis antar cabang olahraga dalam proses pembinaan. Sebagai contoh, persiapan untuk tenis dan bulu tangkis yang memakai sistem sirkuit berbeda dengan cabang olahraga angka besi yang membutuhkan pemusatan latihan intensif sebelum kejuaraan luar negeri. Selain itu, rencana pembangunan akademi olahraga dan pusat pelatihan nasional juga membutuhkan kesiapan yang matang.
Erick menegaskan bahwa kehadiran Kejaksaan Agung dalam pendampingan program strategis sangat penting, terlebih di tengah tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Ia menilai nota kesepahaman tersebut bukan sekadar dokumen administratif, melainkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama dalam bantuan hukum, pertimbangan hukum, pengamanan program pembangunan, pemulihan aset, pertukaran data, serta peningkatan kapasitas SDM.
“Kepada Bapak Jaksa Agung dan seluruh jajarannya, kami memohon dengan hormat, dampingi kami, awasi kami, dan yang terpenting bimbing kami supaya kita bisa melahirkan pemuda yang berkarakter, pemuda yang patriotik, gigih, dan empati. Juga melahirkan olahragawan kita yang tentunya menjadi duta bangsa dan mencerminkan kedigdayaan kita di mata dunia,” tutur Erick.
Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa Kejaksaan Agung berkewajiban memberikan pendampingan terhadap program kepemudaan dan keolahragaan. Menurutnya, isu-isu di sektor ini merupakan tanggung jawab bersama.
Ia menambahkan bahwa Kejaksaan tidak hadir untuk mencurigai pihak tertentu, tetapi untuk memastikan tidak terjadi masalah hukum di kemudian hari. Pendampingan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar pelaksanaan program berjalan hati-hati dan taat aturan.
“Kemudian bagaimana kita saling mengingatkan supaya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kami di sini bukannya menaruh kecurigaan atau bagaimana, tetapi perlu kehati-hatian ke depan supaya tidak terjadi hal-hal yang mungkin akan menimbulkan penyesalan bagi kita semua,” ucap Burhanuddin.
Burhanuddin juga menyoroti bahwa hasil program pembinaan pemuda dan olahraga tidak dapat diukur hanya dalam satu atau dua tahun, sehingga pendampingan hukum menjadi kunci menjaga keberlanjutan program.
Ia menegaskan bahwa nota kesepahaman ini tidak boleh berhenti sebagai formalitas, tetapi harus menjadi landasan pelaksanaan nyata dalam proyek, pengadaan, hingga pelaksanaan anggaran.
Pendampingan hukum, sambung Burhanuddin, bukan berarti memberikan perlindungan atas kesalahan hukum. Ia menegaskan bahwa apabila terdapat pihak yang melakukan pelanggaran atau perbuatan melawan hukum, tetap akan ditindak sesuai aturan, dan pendampingan dilakukan justru untuk mencegah terjadinya tindakan yang bertentangan dengan hukum.
Acara penandatanganan turut dihadiri Wamenpora Taufik Hidayat serta pimpinan tinggi pratama dan madya Kemenpora. Dari Kejaksaan Agung, hadir jajaran pimpinan tinggi pratama dan madya.